Sumber: istimewa
Bali tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga mulai diperkenalkan sebagai tujuan untuk layanan bedah estetik dan longevity berkelas dunia. Melalui kehadirannya di Art Jakarta 2026 pada 2–4 Oktober, The Solitaire memperkenalkan konsep The Art of Transformation sekaligus menghadirkan gambaran mengenai pusat bedah estetik dan longevity yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali.
Dalam ajang tersebut, The Solitaire menghadirkan The Solitaire Transformation Lounge, tempat pengunjung dapat mengenal lebih dekat pendekatan yang ditawarkan, mulai dari keahlian medis global hingga pengalaman perawatan yang dikurasi secara personal.
Kehadiran The Solitaire juga muncul di tengah kebutuhan terhadap akses layanan medis berkelas dunia di dalam negeri. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI yang disampaikan dalam materi ini, sekitar dua juta orang Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun, dengan perkiraan pengeluaran mencapai Rp176 triliun. Angka tersebut mencakup seluruh layanan kesehatan dan bukan khusus untuk bedah estetik.
“Kami ingin menghadirkan akses yang lebih dekat pada para ahli internasional dan pengalaman perawatan yang dirancang secara personal di Bali. Art Jakarta menjadi momen untuk memperkenalkan visi itu,” ujar Renny Hasibuan, General Manager Marketing The Solitaire.
The Solitaire membawa konsep House of Expertise, dengan melakukan kurasi terhadap klinik dan ahli berdasarkan keahlian, pendekatan kepada pasien, serta kualitas pengalaman perawatan.
Konsep Perfectly Curated yang diusung The Solitaire berarti pemilihan partner dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kepuasan klien, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang berkembang.
Dari rencana total 15 partner klinik, enam di antaranya diperkenalkan pada fase awal. Mereka adalah World Class Plastic Surgeons (WCPS), Hestia Women’s Clinic, Banobagi Plastic Surgery, Woori Plastic Surgery, Mojelim Hair Transplant, serta Biogenix Regenerative Medicine & Longevity.
Keenam partner tersebut menghadirkan keahlian yang mencakup bedah estetik, kesehatan wanita, restorasi rambut, regenerative medicine, dan longevity.
“Kami memilih partner dengan sangat hati-hati. Setiap pilihan di The Solitaire harus memiliki alasan yang jelas dan relevan bagi klien,” tambah Renny.
Dua partner, Banobagi dan Woori, membawa pengalaman bedah estetik dari Seoul ke Bali. Kehadiran keduanya juga mencakup keterlibatan langsung para chief doctors dan ahli bedah.
“Kami menghadirkan chief doctors dan ahli bedah kami secara langsung. Edukasi, konsultasi, dan kesinambungan perawatan penting untuk membangun kepercayaan pasien Indonesia,” ujar Yujin Hwang, Founder of Banobagi and WOORI Plastic Surgery Indonesia.
Sementara itu, WCPS menggabungkan pendekatan teknologi dan keahlian medis dalam proses transformasi. Menurut Dr. Marco Faria Correa, Founder dan Medical Director WCPS yang memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun, teknologi membantu memahami kondisi pasien secara lebih mendalam sekaligus merencanakan tindakan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.
“Teknologi membantu kami memahami kondisi pasien secara lebih mendalam dan merencanakan setiap tindakan dengan presisi yang lebih tinggi. Kami percaya bahwa kecantikan mencapai level terbaiknya ketika sains bertemu dengan seni, karena bagi kami transformasi bukanlah tentang membentuk sebuah citra, melainkan menyempurnakan sosok nyata agar hasilnya tetap terlihat natural dan selaras dengan identitas setiap individu,” ujar Dr. Marco.
Selain bedah estetik, pendekatan The Solitaire juga diperluas ke area women wellness dan longevity science melalui Hestia dan Biogenix.
Dr. Hyeri Hong, Founder & Chief Medical Director Hestia Women's Clinic, mengatakan peremajaan area intim merupakan bagian dari kesehatan perempuan, terutama karena perempuan dapat mengalami berbagai perubahan dalam setiap tahap kehidupan.
“Peremajaan area intim merupakan bagian penting bagi kesehatan perempuan, terutama dalam menghadapi berbagai perubahan yang dapat terjadi di setiap tahap kehidupan. Melalui konsultasi yang personal, kami membantu perempuan memahami tubuhnya dan mengeksplorasi pilihan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan,” ujar Dr. Hyeri.
Sementara itu, Dr. Dominic Schaffner, Founder and Medical Director of Biogenix® Regenerative Medicine & Longevity Australia and Asia, melihat longevity sebagai bentuk kemewahan baru.
“Longevity adalah new luxury. Bukan lagi sekadar tentang hidup lebih lama, melainkan tentang menjalani setiap tahunnya dengan kondisi terbaik, terlihat lebih baik, merasa lebih baik, dan tetap memiliki performa optimal,” ujar Dr. Dominic.
Ia menambahkan, dunia saat ini berada di awal sebuah revolusi baru, ketika upaya memperlambat proses penuaan semakin memungkinkan dan kemungkinan untuk membalikkan sebagian efek penuaan mulai berada di depan mata.
Konsep The Art of Transformation kemudian diterjemahkan melalui The Solitaire Transformation Lounge di Art Jakarta 2026.
Di ruang tersebut, pengunjung dapat mengenal keahlian para partner, melihat kisah transformasi yang ditampilkan dengan persetujuan pasien, sekaligus mengikuti percakapan dan konsultasi personal.
“Setiap orang datang dengan cerita dan aspirasinya sendiri. Kami ingin memberi ruang untuk bertanya dan memahami pilihan yang tepat bagi dirinya,” kata Renny.
Kehadiran The Solitaire di Art Jakarta menjadi bagian dari langkah untuk menjangkau pasar Jakarta. Melalui ajang ini, The Solitaire memperkenalkan destinasi di Sanur, Bali, yang memadukan keahlian medis global dengan pengalaman perawatan yang dirancang secara cermat.