Wardah (istimewa)
Kesibukan kerja, perjalanan pulang-pergi, hingga agenda yang berlangsung sampai malam dapat membuat waktu istirahat bergeser, setuju gak Beatuy?
Di tengah rutinitas tersebut, kulit terkadang terlihat lebih kusam dan lelah. Hubungan gaya hidup dengan kesehatan kulit jangka panjang menjadi salah satu pembahasan dalam Wardah Skin Longevity Clinic 2026 di ASHTA District 8, Jakarta, melalui pendekatan Skin Energy dan pemulihan kulit.
Ketidakseimbangan antara aktivitas dan kesempatan beristirahat dalam materi Wardah disebut recovery gap. Selain pola tidur, stres, paparan lingkungan, dan rutinitas perawatan juga menjadi faktor yang dibahas dalam kaitannya dengan tampilan kulit.
Bagi Beauty yang kerap menyisihkan waktu malam untuk me-time setelah menjalani hari yang panjang, menjaga rutinitas istirahat tetap menjadi bagian penting dari keseharian. Skincare dapat melengkapi perawatan, tetapi tidak menggantikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri.
Dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Nisrina Tache, Sp.DVE, menjelaskan konsep Skin Energy sebagai energi yang dibutuhkan sel kulit untuk menjalankan fungsi normalnya.
“Skin energy menggambarkan energi yang dibutuhkan sel kulit untuk menjalankan berbagai fungsi normalnya. Saat membahas kesehatan kulit jangka panjang, lifestyle seperti tidur dan recovery menjadi fondasi utama, sementara skincare dapat menjadi external support yang melengkapinya. Dalam konteks ini, NAD+ menjadi salah satu ingredient yang relevan untuk pendekatan cellular energy," ujarnya.
NAD+ dikenal berperan dalam proses metabolisme energi sel. Dalam pendekatan yang diperkenalkan Wardah, bahan ini menjadi hero ingredient dalam Wardah NAD+ Glow Energy Booster Serum, produk yang dikembangkan untuk membantu kulit tampak lebih cerah dan segar.
Serum NAD+ tersebut mengusung konsep cellular level brightening melalui kombinasi NAD+, Carnosine, Cysteamine, dan EGCG Glucoside. Formulanya ditujukan untuk menjawab sejumlah kekhawatiran kulit, seperti tampilan kusam, dark spots, dan warna kulit yang tidak merata. Namun, penggunaan analogi baterai pada kulit merupakan bahasa edukasi untuk menjelaskan Skin Energy, bukan diagnosis kondisi kulit atau pengganti pemulihan yang cukup.
Wardah Brand Representative, Hana Namira, mengatakan bahwa konsumen perlu memahami hubungan kebiasaan sehari-hari dengan kesehatan kulit melalui penjelasan yang mudah dipahami.
“Kami melihat semakin banyak konsumen yang memperhatikan apa yang mereka makan, bagaimana mereka bergerak, dan kapan mereka beristirahat. Namun, hubungan kebiasaan sehari-hari dengan kesehatan kulit masih perlu dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami. Lewat Skin Longevity Clinic dan NAD+ Glow Energy Booster Serum, Wardah ingin membuat percakapan tentang skin science lebih dekat dengan rutinitas nyata konsumen,” ujar Hana.
Dalam data pengujian yang dilaporkan Wardah, pemakaian satu kali pada 33 panelis menunjukkan hasil instant glowing sebesar 18 instant brightening sebesar 10%. Pengujian selama 14 hari terhadap 40 panelis juga mencatat perubahan tampilan dark spots sebesar 40,7 brightening sebesar 8,9%. Hasil tersebut merupakan data pengujian yang dilaporkan brand, bukan jaminan hasil yang sama bagi setiap pengguna.
Penyanyi Sivia juga menyoroti pentingnya mengatur aktivitas dan rutinitas perawatan ketika jadwal sedang padat.
“Kalau jadwal lagi padat, aku paling gampang notice saat kulit mulai kelihatan capek dan kusam. Buat aku, menjaga kulit itu bukan cuma soal satu produk, tapi juga bagaimana aku mengatur tidur, aktivitas, dan rutinitas skincare. Aku suka approach yang bikin kita lebih paham kebutuhan kulit sendiri,” ungkap Sivia.
Melalui pendekatan Wardah Skin Longevity, perhatian terhadap kulit diarahkan pada kebiasaan yang lebih konsisten, termasuk menjaga keseimbangan EAT, MOVE, dan REST, mengenali kebutuhan kulit, serta memilih perawatan yang sesuai.