Menu

Rekomendasi Tontonan Series Indonesia untuk Temani Waktu Istirahat Setelah Bekerja

14 Oktober 2026 00:37 WIB

Ilustrasi wanita sedang menonton film(Freepik/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Setelah seharian disibukkan dengan pekerjaan, menikmati waktu istirahat sambil menonton serial bisa menjadi salah satu cara untuk melepas penat. Bagi yang sedang mencari tontonan dengan perpaduan romansa, konflik keluarga, dan persaingan bisnis, WeTV Original Tante Sonya bisa menjadi salah satu pilihan untuk masuk ke daftar tontonan.

Dibintangi Raihaanun, Maxime Bouttier, Dinda Kirana, dan Hamish Daud, serial ini mengikuti perjalanan Sonya (Raihaanun), perempuan karier berusia 43 tahun yang kembali ke Indonesia untuk memimpin Dermawan Group, perusahaan keluarganya yang berada di ambang kebangkrutan.

Di tengah tekanan pekerjaan dan luka dari masa lalu, kehidupan Sonya mulai berubah setelah ia kembali bertemu Ben (Maxime Bouttier), laki-laki yang lebih muda dan tidak pernah melupakan kebaikannya. Namun, cerita Tante Sonya tidak hanya berpusat pada romansa. Dinamika keluarga dan persaingan dalam perusahaan turut menjadi bagian penting dari konflik yang berkembang.

Konflik Kakak-Adik yang Membuat Cerita Semakin Rumit

Salah satu konflik yang menarik perhatian muncul melalui hubungan Sonya dengan adiknya, Diana, yang diperankan Dinda Kirana.

Selama Sonya tinggal di Amerika Serikat, Diana menjalankan tanggung jawab sebagai Chief Financial Officer (CFO) Dermawan Group. Namun, ketika Sonya kembali dan dipercaya memimpin proyek investasi Nexora, Diana merasa kontribusinya selama ini belum mendapat pengakuan yang diharapkan.

Kekecewaan tersebut kemudian mendorong Diana bekerja sama dengan Lydia (Sarah Felicia) untuk membongkar hubungan Sonya dan Ben kepada publik. Akibatnya, Ben dipecat, Sonya dinonaktifkan, dan proyek Nexora akhirnya diserahkan kepada Diana. Keputusan tersebut turut mengguncang keluarga mereka serta membuka peluang bagi Martin (Hamish Daud) untuk memperkuat kepentingan bisnisnya.

Dalam acara Tea Time with Dinda Kirana yang diselenggarakan WeTV bersama penggemar dan kreator konten di studio kantor Rapi Films pada 4 Oktober 2026, Dinda menjelaskan alasan di balik tindakan karakter yang diperankannya.

“Diana merasa sudah bertahan dan melakukan banyak hal untuk keluarga, tapi tetap belum cukup untuk membuat papanya melihat dia. Jadi waktu Sonya kembali dipercaya, yang dia rasakan itu, ‘Terus selama ini aku ngapain?’ Buat aku, penting untuk memahami rasa kecewa itu supaya kita tidak langsung melihat Diana hanya sebagai adik yang iri,” ujar Dinda Kirana.

Menurut Dinda, konflik kedua saudara tersebut juga perlu dilihat dari hubungan mereka dengan sang ayah. Sonya dan Diana memiliki pengalaman serta tuntutan yang berbeda, sementara kepercayaan dalam pekerjaan ikut memengaruhi perasaan mereka sebagai anak.

“Kita juga perlu melihat tuntutan Papa dan cara dia memperlakukan anak-anaknya. Sonya punya alasan untuk pergi, sementara Diana harus menghadapi tanggung jawab selama kakaknya tidak ada. Dua pengalaman itu sama-sama perlu didengar. Tapi memahami sakit hati Diana bukan berarti membenarkan caranya menjatuhkan Sonya. Dia tetap perlu bertanggung jawab atas tindakannya,” tambah Dinda.

Kisah Romansa, Keluarga, dan Ambisi dalam Satu Serial

Melalui karakter Sonya dan Diana, Tante Sonya menghadirkan konflik tentang kebutuhan akan pengakuan, hubungan kakak-adik, serta keputusan yang muncul ketika persoalan pribadi bercampur dengan urusan pekerjaan.

Serial ini juga mempertemukan cerita romansa dengan tuntutan keluarga dan persaingan bisnis. Perpaduan tersebut bisa menjadi pilihan bagi penonton yang ingin mengikuti drama dengan konflik antarkarakter yang berkembang dari berbagai sisi kehidupan.

Untuk penonton yang ingin mengikuti kelanjutan ceritanya, WeTV Original Tante Sonya tayang setiap Jumat melalui aplikasi WeTV dan situs wetv.vip/id.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan