Menu

Kopi Siap Minum Buatan Indonesia Kini Melangkah hingga Australia, Intip Yuk!

21 Oktober 2026 15:15 WIB

Nestle (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Kopi siap minum (ready-to-drink atau RTD) bisa menjadi pilihan praktis saat aktivitas padat, mulai dari perjalanan menuju kantor hingga jeda di tengah kesibukan lho, Beauty!

Kini, produk NESCAFÉ RTD yang diproduksi di Indonesia juga menjangkau pasar Australia. Pelepasan ekspor produk tersebut berlangsung dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, pada 15 Oktober 2026, sebagai bagian dari kerja sama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Nestlé Indonesia untuk memperluas pasar produk olahan dalam negeri.

Bagi konsumen, kopi siap minum menawarkan kepraktisan karena dapat dinikmati tanpa perlu menyeduh atau menyiapkan peralatan terlebih dahulu. Di balik produk yang mudah dibawa itu, terdapat proses produksi dan rantai pasok yang menghubungkan industri dengan pemasok bahan baku lokal.

Ekspor NESCAFÉ RTD ke Australia menjadi salah satu contoh produk olahan yang dibuat di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Perdagangan RI dan Nestlé Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kerja sama tersebut bertujuan mendorong peningkatan ekspor produk olahan serta bahan baku berkualitas dari Indonesia. Pemerintah juga menyoroti peran investasi industri dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani kopi, serta peternak sapi melalui rantai pasok perusahaan.

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengapresiasi kontribusi Nestlé Indonesia dalam membantu produk lokal memenuhi standar internasional. 

“Terima kasih karena kehadiran Nestlé Indonesia telah membantu produk-produk lokal kita untuk berkembang dan mampu memenuhi standar internasional. Investasi yang sudah berjalan ini sangat membantu UMKM, peternak, dan para petani kopi kita," tuturnya.

Selama lebih dari 55 tahun beroperasi di Indonesia, Nestlé Indonesia mengembangkan industri manufaktur di empat provinsi sekaligus menjalankan pembinaan bagi petani kopi dan peternak sapi perah rakyat. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan rantai pasok lokal, termasuk untuk menghubungkan komoditas Indonesia dengan pasar luar negeri.

Saat ini, Nestlé Indonesia mengekspor lebih dari 70 jenis produk ke lebih dari 30 negara, termasuk Filipina, Bangladesh, Australia, serta negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Portofolio ekspornya mencakup sejumlah merek, seperti NESCAFÉ dan MILO.

Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Georgios Badaro mengatakan, “Penandatanganan MoU dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan seremoni pelepasan ekspor ini mencerminkan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat daya saing sektor manufaktur Indonesia. Saya berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.”

Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia Fajar Dewantara menambahkan, “Kami berterima kasih atas kolaborasi serta bimbingan Kementerian Perdagangan RI, di bawah kepemimpinan Bapak Budi Santoso. Kami berharap dapat terus memperkuat ekosistem industri dan pertanian nasional, menciptakan nilai tambah di dalam negeri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.”

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan