Menu

Cage-Free vs Free-Range, Apa Bedanya? Moms Wajib Tahu!

01 November 2026 10:15 WIB

Telur (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Moms, memilih telur untuk kebutuhan keluarga ternyata bukan hanya soal ukuran, harga, atau warna cangkangnya lho!

Cara ayam dipelihara hingga jenis pakan yang diberikan juga menjadi informasi yang bisa diperhatikan sebelum membeli telur. Salah satu pilihan yang mulai diperkenalkan kepada konsumen adalah telur ayam bebas sangkar atau cage-free eggs.

Edukasi mengenai telur ayam bebas sangkar tersebut dilakukan Indonesian Cage-free Association (ICFA) melalui Kampanye Telur Baik di Farmers Market Mal Kelapa Gading (MKG), Jakarta, pada 22 Oktober hingga 1 November 2026. Melalui kegiatan ini, konsumen diajak mengenali proses produksi telur, mulai dari peternakan hingga tersedia di meja makan keluarga.

Ketua ICFA, Kristina Yolanda, mengatakan konsumen perlu mendapatkan informasi lebih luas mengenai pilihan telur yang tersedia di pasaran, termasuk sistem pemeliharaan ayam yang menghasilkan produk tersebut.

“Dalam perjalanan telur ‘From Farm to Table’, ada keputusan yang dibuat di peternakan sampai akhirnya tersedia telur ayam bebas sangkar di meja makan. Kami mengundang masyarakat untuk melihatnya secara keseluruhan: siapa peternaknya, bagaimana ayam dipelihara, dan informasi apa yang bisa menjadi pertimbangan mereka. Harapannya, masyarakat mendapat gambaran yang jelas saat memilih telur untuk konsumsi keluarga,” kata Yolanda.

Lantas, apa yang membedakan telur cage-free dengan telur dari sistem pemeliharaan konvensional?

Dalam sistem cage-free, ayam tidak ditempatkan di kandang baterai. Ayam memiliki ruang untuk bergerak dan melakukan perilaku alaminya, seperti bertengger, mengais, mandi debu, serta bertelur di kotak sarang.

Sementara itu, sistem free-range memberikan akses tambahan bagi ayam untuk beraktivitas di area luar kandang. Kondisi tersebut juga memungkinkan ayam memperoleh pakan yang lebih variatif.

Perwakilan PT Inti Prima Satwa Sejahtera, Roby, mengatakan konsumen selama ini cenderung memperhatikan ukuran dan harga ketika membeli telur.

“Biasanya saat membeli telur, konsumen lebih banyak melihat ukuran atau harganya. Padahal, ada cerita tentang bagaimana ayam dipelihara secara alami dapat menghasilkan telur yang sehat dan berkualitas, tidak lepas dari kualitas makanan ternak yang terbaik dan juga peran peternak dalam berinteraksi dengan sang ayam,” kata Roby.

Dalam aktivasi tersebut, konsumen juga diperkenalkan dengan tiga peternak anggota ICFA, yakni PT Inti Prima Satwa Sejahtera melalui merek Nava, CV Gemilang Farm dengan Happy Eggs, serta PT Girijaya Budiman Agro melalui Tamago Egg.

Ketiganya telah memperoleh sertifikasi Certified Humane yang berkaitan dengan standar kesejahteraan hewan. Selain mengenalkan produk, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada orang tua, sementara anak-anak dapat mengikuti aktivitas mewarnai di area Kids Corner.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan