Menu

Cerita Arlin Chondro, Berawal dari DIY Sampai Membantu Banyak Orang Melalui Peekme Naturals

04 Agustus 2021 14:15 WIB

Arlin Chondro. (Sumber Foto/Arlin Chondro)

HerStory, Sukabumi —

Arlin Chondro, ibu dua anak ini tak menyangka berawal dari keisengan atau diy meracik essensial oil atau dalam bahasa Indonesia disebut minyak atsiri, membuat dirinya ingin menyelam lebih lanjut untuk mempelajarinya. Setelah merasakan ajaibnya dari minyak atsiri untuk anaknya pada tahun 2013 silam.

Berbekal rasa keingintahuan yang tinggi, Arlin rela menempuh pendidikan sampai ke California untuk mempelajari kegunaan dari aromaterapi. Di luar Indonesia, aromaterapi sudah diakui sebagai terapi alternatif sebagaimana hipnoterapi dan akupuntur. Sehingga sudah ada sekolah khusus untuk mempelajari bidang tersebut.

Meskipun memiliki background sebagai psikolog, tak menghalangi keinginannya untuk bergelut dengan minyak atsiri. Arlin memiliki ambisi untuk membantu banyak orang agar tak ketergantungan obat, dengan menjadikan minyak atsiri sebagai gaya hidup.

“Jadi sebetulnya tujuan kita sebagai perusahaan ya untuk mengurangi tingkat penyakit tidak menular (PTM). Kaya asma, diabet, jantung, kanker, itu tuh penyebab kematian tertinggi di Indonesia itu 73%. Padahal sebetulnya itu bukan sesuatu yang menular, bukan dari virus bukan dari bakteri. Itu juga ada factor turunannya ada juga dari gaya hidup. Nah gaya hidup itu bisa lebih disehatkan lah dengan pola hidup yang bener, terus dengan gunakan aromaterapi juga akan membantu,” jelasnya saat diwawancarai oleh tim HerStory, Senin (2/8/2021).

Arlin menjelaskan, minyak atsiri merupakan ekstrak tanaman yang tak memiliki satu komposisi sebagaimana obat-obatan yang ada di pasaran. Minimal terdapat 15 sampai puluhan komposisi kimia organik di dalamnya. Sehingga tubuh dapat menerima manfaat secara menyeluruh tak cuma apa yang sedang dikeluhkan.

“Akhirnya, yang saya kerasa banget itu, dia (minyak atsiri) ngembaliin keseimbangan tubuh kita bukan cuma fisik aja tapi juga mental,” ungkap Arlin.

Arlin kerap mendapatkan ide memproduksi suatu minyak atsiri berdasarkan kebutuhan orang sekitarnya. Yang paling mudah yakni kebutuhan dari keluarga besarnya yang susah tidur, sakit maag, eksim, dan vertigo. Berawal dari situ, setelah mendapatkan respon baik, ia memutuskan untuk memasarkannya sebagai produk umum.

Ia bersama tim juga membuka konsultasi untuk pembuatan minyak atsiri secara kustom sesuai keluhan dari pelanggannya. Jika produk yang ada di PeekMe tak tersedia untuk keluhan yang dirasakan.

Melihat masyarakat Indonesia yang masih awam dengan aromaterapi ini, Arlin kerap melakukan siaran langsung di laman media sosial PeekMe, kelas online, serta ia bersama teman-teman aromaterapis akan membuat akademi agar bisa lebih mengedukasi masyarakat.

“Udah gitu kalau misalkan untuk edukasi ke produknya sendiri kita kalau di social media itu lebih banyak ngomonginnya ke problem yang relate langsung ke orang-orang. Kaya misalkan insomnia, gerd atau pengen diet susah konsentrasi. Nah dari situ kita jelasin ini tuh sebetulnya bisa diperbaiki dengan aromaterapi lho,”tuturnya perihal melakukan promosi minyak atsiri bagi khalayaknya.

Bisnis yang sudah berjalan bertahun-tahun ini, tentunya memiliki up and down. Tapi, ia menekankan hal tersebut bukan karena dirinya seorang wanita dan ibu. Arlin mengatakan halangan yang kerap ia hadapi adalah bagaimana mengatur waktu dengan baik. Menyeimbangkan waktu antara keluarga, bisnis, dan dirinya sendiri.

Namun ia tetap mengusahakan untuk menyeimbangkan semuanya, dengan membagi waktu mengerjakan pekerjaan yang lebih banyak memakan waktu terlebih dulu. Sehingga, ia tetap bisa mendapatkan waktu terbaik bagi keluarga dan diri sendiri.

“Dan yang paling penting adalah kenal diri sendiri. Kalau aku orangnya introvert, aku lebih cepet cape kalau harus banyak ketemu orang. Tapi aku kuat ngerjain dokumen, ngerjain formulasi berjam-jam itu kuat. Jadi lebih kenal diri sendiri supaya apa yang energizing buat kita bisa dibanyakin dan yang bikin kita lebih capek bisa direntangin dikerjainnya,” terangnya.

Arlin juga berbagi cerita ketika sang anak yang merasa kehilangan banyak waktu bersamanya setelah adanya PeekMe. Hal tersebut tentunya menampar dirinya dan membuatnya sedih sebagai seorang ibu.

“Tapi ya aku kasih pengertian, aku kan work from home juga, kalian (anak-anak) tetep yang paling penting buat mama, tapi nih liat nih kerjaan mama itu ngebantu orang lain lho. Mama bukan cuman nyari uang buat kepentingan kita aja. Tapi mama dengan kerjaan ini bisa bantu orang lain,” kata Arlin.

Tak cuma sampai disitu, Arlin juga mengatakan agar anak-anaknya untuk mengingatkan dirinya jika ia terlalu bergelut dengan pekerjaannya.

Ia juga merasa kehadiran dari banyak pelanggannya yang kerap memberikan ulasan terhadap produknya, membuat tetap semangat dan semakin yakin untuk terus melanjutkan bisnisnya yang bukan sekadar meraup keuntungan semata, melainkan juga untuk membantu banyak orang.

“Sebetulnya dimana ada kemauan pasti ada jalan tuh bener ,” pesan Arlin.

Artikel Pilihan