Menu

Wadidaw! Gejala Diabetes Bisa Dilihat Melalui Pusar Lho?, Begini Cirinya...

12 November 2021 13:30 WIB

Ilustrasi pusar. (Pexels/Karolina Grabowska)

HerStory, Jakarta —

Siapa yang enggak tahu penyakit diabetes? Tentu sudah tak asing lagi didengar karena penyakit ini menjadi 'umum' di kalangan masyarakat, terutama semenjak pandemi kasus penyakit kronis ini meningkat kian tajam.

Diabetes merupakan penyakit kronis yang tak bisa sembuh sehingga harus dikelola dalam jangka waktu panjang. Untuk itu, penting mengatasi penyakit ini sedini mungkin agar tak mengancam nyawa.

Sayangnya, banyak penyandang diabetes yang telat menyadari kondisi ini padahal ada beberapa gejala kadar gula darah tinggi yang bisa menjadi deteksi dini. Salah satu tanda kadar gula darah tinggi atau diabetes akan terlihat pada bagian pusar.

Diabetes pun terbagi menjadi 2 patologi, yakni ketika pankreas tak bisa melakukan pekerjaannya dengan baik atau tak bisa memproduksi insulin dalam jumlah cukup. Kondisi ini bisa menyebabkan peningkatan kadar gula darah sehingga menyebabkan kerusakan tambahan yang substansial pada tubuh.

Ada beberapa gejala klinis yang terkait dengan diabetes pada tahap awal, tetapi komplikasi pasti akan muncul jika kadar glukosa tinggi tak ditangani. Tanda-tanda gula darah tinggi kronis biasanya bermanifestasi di lengan, kaki dan mata, yang disebabkan oleh neuropati diabetik atau kerusakan saraf.

Tanda-tanda lain dari kadar gula darah tak terkendali termasuk infeksi jamur. Candida adalah ragi yang biasanya tumbuh di area tubuh yang lembab dan gelap. Infeksi jamur semacam itu dapat terjadi di pusar dan ditandai dengan keluarnya cairan bening atau berwarna. Kulit berkerak, bau menyengat, gatal, dan kemerahan juga merupakan tanda infeksi jamur di pusar.

Jika tanda-tanda ini tak hilang dengan sendirinya, Anda harus mengunjungi dokter. Meskipun infeksi jamur ini termasuk kondisi yang umum dialami pasien diabetes, tetapi orang dengan kadar glukosa tinggi lebih sering mengalaminya.

"Anda juga harus tahu kalau diabetes bisa membuat penderitanya mengalami keputihan pada waktu-waktu tertentu," jelas ahli dikutip dari Express.

Menurut penelitian di Journal of Pediatric & Adolescent Gynaecology, tampaknya ada hubungan antara gula darah tinggi dan infeksi jamur candida.

Orang dengan diabetes sering memiliki gula darah lebih tinggi dari biasanya dan ragi memakan gula ini. Kemudian, ragi bisa menyebar lebih mudah di dalam tubuh dan kulit.

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Artikel Pilihan