Alat pengukur kadar gula darah. (Pinterest/Freepik)
Diabetes merupakan penyakit yang telah menyerang lebih dari sepertiga penduduk dunia. Gaya hidup kini telah berkaitan erat dengan meningkatkan kasus diabetes di dunia.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penderita diabetes, mitos tentang diabetes juga ikut menyebar dengan cepat. Hal ini tentu akan mengkhawatirkan karena masyarakat bisa mengetahui informasi yang salah tentang kondisi kronis ini.
Dilansir dari Boldsky (8/3/2022) berikut ini beberapa mitos yang sering dipercaya terkait dengan diabetes:
Diabetes adalah gangguan gaya hidup dan itu tak ada hubungannya dengan konsumsi gula. Bahkan, jika Anda tak makan permen manis, namun tetap mengonsumsi karbohidrat itu akan tetap dipecah menjadi glukosa dalam tubuh.
Namun, apabila ingin terhindar dari diabetes memang sebaiknya harus menjaga atau mengontrol asupan gula harian.
Karbohidrat adalah bahan bakar tubuh. Meski karbohidrat sering dikaitkan dengan diabetes, namun para penderita diabetes tak bisa berhenti untuk mengonsumsinya.
Untuk membuat karbohidrat tak membahayakan para penderita diabetes, itu harus diseimbangkan dengan olahraga dan minum obat diabetes. Disarankan juga untuk mencoba makan karbohidrat berserat daripada yang halus.
Penderita diabetes tak boleh makan makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi karena mereka meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Salah satu sayuran yang memiliki rasa manis adalah labu. Dengan begitu, banyak yang berpendapat bahwa labu harus dihindari oleh penderita diabetes.
Padahal ada beberapa makanan yang terasa manis, namun tak memiliki indeks glikemik yang tinggi. Bahkan beberapa diantaranya bermanfaat untuk mengobati resistensi insulin.