Ilustrasi Anak Makan MPASI (Shutterstock/Edited By HerStory)
Pola makan sehat harus diberikan kepada anak sejak dini salah satunya ketika si kecil sudah mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Pilihlah menu yang tepat untuk mencegah risiko penyakit seperti kanker, kolesterol, dan gangguan pembuluh darah.
Orang tua berperan dalam mengatur citarasa lidah anak terhadap makanan. Biasakanlah anak mencicipi makanan sehat sebab akan memengaruhi kondisi kesehatannya di masa depan.
Melansir media sindikasi Suara.com, dokter sekaligus penulis, dr. Handrawan Nadesul menjelaskan 3 hal yang harus dihindari saat mempersiapkan MPASI anak. Yuk, cari tahu informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini, Moms.
Bayi ternyata gak boleh diberikan banyak garam, termasuk makanan seperti mi instan dan bakso olahan yang mengandung banyak garam saat proses pembuatannya.
Hal ini sebaiknya dihindari sebab garam masuk pada bahan tambahan pangan atau yang biasa disebut food additive. Food additive biasanya ditambahkan dalam makanan olahan.
"Nah, itu yang tidak menyehatkan, makanya itu seperti bakso, bayi di Indonesia sejak awal sudah keracunan bumbu, kita sebut food additive. Food additive itu salah satu penyebab kanker," terang dr. Handrawan.
Meski terkesan berbahaya, tapi banyak orang tua gak sadar bahwa anak kecil banyak mengonsumsi bahan makanan ini. Misalnya, sejak kecil dalam MPASI atau anak di bawah 2 tahun sudah mengonsumsi saus tomat merah sejak kecil.
Menurut dr. Handrawan banyak ditemukan dalam saus tomat merah atau kerupuk merah yang mengandung rhodamin B, salah satu serbuk kristal berwarna hijau atau ungu kemerahan, tidak berbau, dan mudah larut dalam larutan merah terang.
"Jadi kenapa di Indonesia kanker banyak menyerang orang tidak mampu, karena makanannya kerupuk merah itu rhodamin B, saus tomat merah itu rhodamin B. Berpuluh-puluh tahun konsumsi itu, kanker," tuturnya.
3. Makanan Padat Terlalu Dini
Pencernaan anak bayi belum berkembang sempurna, sehingga tekstur makanan perlu diberikan secara bertahap dari yang sangat cair seperti ASI, makanan lembut seperti bubur, hingga makanan padat.
Tapi, kata dr. Handrawan, orang tua diminta untuk gak terburu-buru memberikan anak makanan padat. Hal ini dilakukan guna menghindari gangguan pembuluh darah.
"Jadi kasihan dari kecil kualitas pembuluh darahnya sudah jelek, dan kelebihan kolesterol darah. Jadi anak kalau terlalu cepat diberi makanan padat, dia akan cenderung punya bakat kelebihan kolesterol," tutup dr. Handrawan.
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.