Ilustrasi sakit maag. (Pinterest/Freepik)
Satu bulan lagi, umat Islam akan menjalankan ibadah puasa Bulan Ramadhan. Biasanya, saat berpuasa penderita maag atau gastroesophageal reflux disease (GERD) akan mengalami keluhan ketika perut kosong.
Ini karena produksi asam lambung akan meningkat ketika perut dalam keadaan kosong. Namun, bukan berarti kalian yang menderita maag dan GERD tak bisa menjalankan ibadah puasa.
Berikut beberapa tips agar kalian yang menderita maag dan GERD bisa menjalani ibadah puasa dengan khusyuk dan nyaman.
Menu makanan yang berlemak tidak disarankan untuk dikonsumsi saat sahur oleh kalian yang menderita maag dan GERD, terutama yang digoreng. Pasalnya, makanan berlemak bisa menimbulkan begah dan rasa tidak nyaman di perut.
Oleh karena itu, kalian disarankan untuk mengonsumsi makanan bertekstur lembut dan tidak berlemak, seperti sup dan olahan yang dikukus.
Banyak orang yang memilih untuk melanjutkan tidur usai santap sahur. Namun, kalian para penderita maag dan GERD tidak disarankan untuk langsung tidur setelah sahur.
Sebab, makanan akan bertahan di lambung selama enam sampai delapan jam sebelum turun ke usus. Oleh karena itu, berikan jeda setidaknya dua jam setelah kalian makan.
Makanan manis terbilang aman untuk dikonsumsi saat perut dalam kondisi kosong. Oleh karena itu, kalian bisa mengonsumsi makanan manis untuk berbuka, seperti kurma dan teh manis hangat.
Jika kalian menderita maag atau GERD, mungkin akan merasa tidak nyaman untuk langsung makan berat saat berbuka puasa.
Kalian bisa mengonsumsi makanan secara bertahap. Misalnya, berbuka puasa dengan takjil secukupnya. Lalu, dilanjutkan makan malam dengan porsi sewajarnya setelah salat tarawih.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.