Menu

Seks Setelah Menopause, 5 Hal Ini yang Bakal Terjadi!

08 Juni 2022 20:30 WIB

Ilustrasi wajah pasangan mirip pertanda jodoh (Pixabay/Sbiten)

HerStory, Bekasi —

Berhubungan seks gak selamanya berjalan menyenangkan. Akan ada masa di mana hubungan seks menjadi sebuah beban yang harus dijalankan.

Sebuah studi pada 2015 dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa wanita pascamenopause, rata-rata mengalami tingkat disfungsi seksual yang lebih besar daripada pramenopause. Hal ini karena menopause dapat memicu berbagai efek samping seksual.

Dilansir dari Health Line Online, berikut beberapa efek samping seksual pascamenopause.

Giarah Berkurang

Menurut North American Menopause Society (NAMS), baik pria maupun wanita mengalami penurunan hasrat seiring bertambahnya usia. Tetapi wanita dua sampai tiga kali lebih mungkin merasakan penurunan dorongan seksual. Ini karena kadar hormon estrogen wanita berubah.

Penting untuk diingat bahwa keinginan juga sangat terkait dengan aspek mental dan emosional kamu. Jika kamu merasa kurang tertarik pada seks setelah menopause, ketahuilah bahwa kamut gak sendirian.

Vagina kering

Perubahan kadar estrogen juga dapat menyebabkan penurunan pelumasan vagina secara alami. Kekeringan vagina menjadi masalah untuk seks yang lebih menyakitkan, atau setidaknya lebih tidak nyaman. Banyak wanita merasa lega dengan menggunakan pelumas yang dijual bebas (OTC) atau pelembab vagina.

Kenikmatan berkurang

Bagi beberapa wanita, kekeringan vagina dapat digabungkan dengan berkurangnya aliran darah ke klitoris dan vagina bagian bawah. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya sensitivitas zona sensitif seksual kamu.

Karena itu, tidak jarang orgasme lebih sedikit, atau orgasme yang kurang intens dan membutuhkan lebih banyak pekerjaan untuk dicapai. Jika kamu mengalami lebih sedikit kesenangan dengan seks, masuk akal jika keinginanmu juga akan berkurang.

Penetrasi yang Menyakitkan

Efek samping umum lainnya dari menopause adalah dispareunia, atau hubungan seksual yang menyakitkan. Ada banyak masalah yang berkontribusi terhadap kondisi ini, termasuk kekeringan vagina dan penipisan jaringan vagina.

Bagi sebagian wanita, hal ini menyebabkan rasa tidak nyaman secara umum selama hubungan seksual. Lainnya mengalami rasa sakit yang parah serta rasa sakit dan terbakar.

Mengalami lebih banyak rasa sakit dengan hubungan seksual dapat menyebabkan ketidaktertarikan dalam hubungan seksual.

Gangguan Emosional

Keadaan mental dapat memainkan peran besar dalam hasrat, gairah, dan kepuasan seksual. Menopause terkadang dapat berkontribusi pada kondisi mental yang lebih tertekan.

Kamu mungkin merasa lelah akibat perubahan hormon dan keringat malam, atau kamu mungkin lebih stres dan emosional dari biasanya.

Lihat Sumber Artikel di Akurat

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Artikel Pilihan