Ilustrasi cowok dan cewek (Unsplash/Darya Tryfanava)
Jatuh cinta memang berjuta rasanya, bahkan terkadang sampai membuat orang lupa diri. Ketika bertemu dengan orang yang disukai jantung akan berdebar, wajah berseri-serin, dan senyuman pun otomatis terangkat.
Namun, sebenarnya ada banyak reaksi dalam tubuh saat kamu sedang jatuh cinta, lho. Bukan cuma jantung berdebar-debar dan berkeringat dingin saat sedang bersama orang yang bikin “lupa dunia”, tapi ada juga beberapa reaksi lainnya.
Apa saja?
Berdasarkan penelitian University of Birmingham, makin banyak oksitosin alias “hormon cinta”, efeknya akan sama seperti ketika kamu meminum banyak wine, mabuk, dan bertingkah aneh-aneh.
Para peneliti tersebut melakukan penelitian tentang efek oksitosin dan alkohol, dan meskipun efeknya berbeda pada otak, hasilnya akan sama.
Ketika kamu bertemu orang baru dan menarik perhatian, mungkin kamu akan kehilangan nafsu makan, mual, dan rasa gak enak badan.
Tapi, itulah yang ingin tubuh sampaikan kalau kamu benar-benar menyukai orang yang membuat jatuh cinta.
Dr. Kirk mengatakan, biasanya rasa tidak enak badan ini akan hilang seiring berjalannya hubungan kamu dengan pasangan.
Pada tahun 2012 dalam Journal of Obesity, para peneliti menemukan bahwa pasangan yang meningkat berat badannya saat berpacaran biasanya akan berlanjut pada pernikahan.
Saat telah menjalin hubungan pun, baik pria maupun wanita biasanya akan lebih banyak makan. Bahkan, wanita yang baru menikah berat badannya meningkat 12 kg dalam 5 tahun pertama setelah menikah.