Menu

4 Bahaya Fatal Paksa Si Kecil Makan, Jangan Lakukan Ya Moms!

12 Juli 2022 08:35 WIB

Ilustrasi balita makan buah (Shutterstock / Edited by HerStory)

HerStory, Kuningan —

Moms memang kondisi si kecil yang sulit makan akan membuat Moms khawatir soal tumbuh kembangnya, kendati demikian memaksa makan pada si kecil itu bukan cara yang tepat karena ada empat bahaya buruk yang mengintai si kecil jika terus-terusan dipaksa untuk makan. Berikut bahanya

1. Rasa tertekan

Membuka mulut dan menjejalkan makanan ke dalamnya bukan cara yang tepat untuk menaklukkan anak susah makan. Dengan cara ini Moms memaksanya melakukan sesuatu yang gak ingin di kecil lakukan, dan sudah pasti ia merasa tertekan.

Jangan sepelekan perasaan anak, walaupun ia masih belum berusia satu tahun. Justru masa-masa inilah anak akan ‘merekam’ segala pengalaman dan kebiasaan yang Moms ajarkan kepadanya.

Rasa tertekan yang anak alami bukan hanya akan menghalangi pertumbuhannya menjadi anak yang bahagia, namun juga kestabilan emosi di masa mendatang.

2. Anak susah makan jadi benci makanan

Anak susah makan akan menjadi semakin susah disuruh makan, ketika si kecil menyalahkan makanan sebagai penyebab rasa gak nyaman di hatinya.

Bayangkan saja jika Moms berada di posisi anak, apakah yang Moms rasakan saat ibu menjejalkan sendok berisi makanan pada Moms meski Moms sudah menutup mulut rapat-rapat?

Rasa tertekan pada usia dini, seperti yang telah kita bahas di beberapa artikel sebelumnya, membuat anak tumbuh menjadi anak yang gak bahagia.

Jika sumber perasaan tertekannya adalah makanan, bisa jadi anak di kemudian hari akan menolak makan setiap kali ia merasa kesal atau sedih. Ia menjadi trauma saat waktunya makan tiba.

3. Mengalami gangguan kesehatan

Karena anak susah makan, maka Moms mengalah dengan hanya memberikan makanan yang disukainya saja. Misalnya, anak batita Moms lebih suka ayam goreng daripada sayur, maka Moms hanya memberikan nasi tim dengan ayam goreng setiap kali ia makan.

Padahal pada usia ini anak membutuhkan makanan bergizi jenis lain seperti sayur dan buah untuk pertumbuhannya.

Kekurangan sayuran dan buah-buahan bisa membawa banyak masalah kesehatan, misalnya sembelit, sariawan, lebih sering mengalami flu, dll.

Selain itu, si Kecil lebih mengetahui tingkat kenyang pada lambungnya. Paksaan yang Moms lakukan dapat membuatnya terlalu kenyang dan lambungnya gak nyaman.

4. Gak menghargai dan gak dapat menikmati makanan

Rasa benci pada makanan membuat anak cenderung gak menghargai makanan yang sudah Moms siapkan untuknya. Ia pun gak dapat menikmati makanan.

Saat si Kecil menjadi anak susah makan, gak ada suatu cara jitu yang dapat digunakan untuk membuatnya mau makan. Satu hal yang pasti adalah kesabaran mutlak, dan selalu mencoba segala cara untuk membuatnya ingin makan.

Segera kenali karakter anak sejak ia masih bayi, agar Moms tahu dengan cara apakah penolakannya terhadap makanan bisa diakhiri. Gak masalah jika seandainya anak hanya mau makan satu atau dua sendok saja, asalkan perutnya terisi. Mungkin saja ia gak ingin makan banyak tetapi ia ingin sering makan.

Berikanlah aneka macam rasa dan tekstur untuk melatih kepekaan lidahnya terhadap segala jenis makanan, sehingga ketika ia besar nanti ia gak menjadi seorang anak yang pilih-pilih makanan.

Mungkin saja ia bosan dengan menu yang hampir sama setiap hari. Atau sebaliknya, ia sedang ingin menu yang sama terus setiap hari. Sekali lagi, setiap bayi berbeda, dan setiap waktu pun mereka berubah. Gunakan insting Moms untuk menangkap apa yang ia sukai, yang mungkin berubah-rubah setiap saat.

Moms, semoga ulasan di atas bermanfaat.

Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan