Ilustrasi balita makan buah (Shutterstock / Edited by HerStory)
Moms mood si kecil ketika makan memang tak bisa ditebak, terkadang begitu bersemangat, tapi terkadang juga bisa tantrum hingga memberikan MPASI pun harus penuh drama karena tangisan dan tindakan si kecil yang biasanya mengacak-ngacak makanan.
Meski begitu, hal itu ternyata bisa diminimalisir lho Moms, untuk itu kami akan berikan 8 tips memberikan MPASI agar tak banyak drama.
1. Memberikan MPASI Secara Responsif
MPASI diberikan sesuai dengan sinyal lapar atau kenyang Si Kecil. Untuk melatih Si Kecil mengenal rasa lapar dan kenyang, maka Moms dapat menerapkan metode 2-30-2 saat memberikan makan.
Caranya sebagai berikut:
2. Gak Memaksa Si Kecil untuk Menghabiskan Makanan
Memaksa Si Kecil supaya menghabiskan makan dapat memberikan rasa tertekan yang akan berujung pada penolakan atau biasa disebut dengan gerakan tutup mulut (GTM).
Ikuti sinyal lapar atau kenyang Si Kecil agar proses makan dilakukan dengan sukarela, bukan karena terpaksa. Sering kali, orang tua merasa anak hanya makan sedikit karena makanannya gak habis.
Hal ini perlu ditinjau kembali karena banyak faktor yang membuat Si Kecil gak menghabiskan makanan, selain karena kenyang. Misalnya, Si Kecil merasa bosan, kurang suka dengan makanan yang diberikan, mengantuk, dan sebagainya.
3. Memberikan Kenyamanan Selama Proses Makan
Kenyamanan dapat berperan penting selama proses makan. Moms dapat mendudukkan Si Kecil di kursi makan bayi atau memangku Si Kecil agar dapat duduk tegap. Jangan memberikan makan dengan posisi Si Kecil tiduran.
Selain posisi duduk, Moms juga dapat menggunakan peralatan makan yang menarik dan sesuai dengan umur Si Kecil.
4. Tips Memberikan MPASI dengan Mencari Tahu Makanan Favorit Si Kecil
Coba cari tahu makanan apa dan rasa makanan apa yang disukai Si Kecil. Bisa jadi, Si Kecil ternyata menyukai makanan manis. Maka, Moms dapat menggunakan bahan makanan yang cenderung memiliki rasa manis seperti ubi, jagung, kentang, atau labu kuning sebagai bahan makanan utama mau pun selingan.
5. Menyesuaikan Tekstur Makanan Sesuai dengan Usia Si Kecil
Mulai lah MPASI dengan makanan yang dihaluskan seperti bubur kental. Seiring berjalannya waktu, ubah tekstur makanan menjadi makanan yang dicincang halus, cincang kasar, sampai akhirnya Si Kecil dapat makan makanan utuh (tanpa dihaluskan terlebih dahulu).
Perlu diperhatikan bahwa tahap perkembangan Si Kecil berbeda-beda. Sesuaikan perubahan tekstur makanan dengan kemampuan menelan Si Kecil secara bertahap.
6. Memberikan afirmasi positif kepada Si Kecil
Selayaknya orang dewasa, Si Kecil juga butuh pengakuan dan dukungan yang diberikan oleh orang di sekitarnya. Berikan afirmasi melalui kalimat yang membangun kepercayaan diri Si Kecil setiap kali Ia makan. Sebaliknya, jangan memberikan kalimat negatif, memarahi, atau menghukum Si Kecil apabila Ia gak mau makan.
7. Menghindari Pemberian Snack Berlebihan di Luar Jam Makan Utama
Pemberian snack berlebihan di luar jam makan dapat membuat Si Kecil kekenyangan dan menolak untuk makan makanan utamanya. Hal ini akan berdampak pada pemenuhan energi dan nutrisi yang seharusnya lebih banyak didapat dari makanan utama.
8. Menciptakan Suasana yang Menyenangkan Selagi Makan
Setelah 6 bulan Ia terbiasa meminum ASI yang berbentuk cairan, Si Kecil perlu waktu untuk adaptasi dengan makanan yang berbentuk padat. Ciptakan suasana belajar makan yang menyenangkan dengan membiarkan Si Kecil bereksplorasi dengan makanannya. Moms juga dapat menyanyikan lagu atau bercerita selagi mendampingi Si Kecil makan.
Itulah hal-hal yang dapat Moms perhatikan sebelum dan saat memberikan MPASI. MPASI merupakan cara Si Kecil untuk berkenalan dengan makanan. Pemberian MPASI merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Hindari pemberian MPASI yang dapat menimbulkan rasa trauma makan pada Si Kecil. Perlu diingat, proses dan pembuatan MPASI harus higienis serta menggunakan cara, bahan, dan alat yang aman bagi Si Kecil.
Sekian informasi mengenai tips memberikan MPASI bebas drama. Semoga bermanfaat ya Moms.
Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.