Menu

Anti Ribet! Simak 9 Cara Simpan MPASI Si Kecil Agar Tahan Lama dalam Lemari Pendingin

19 Juli 2022 08:00 WIB

Ilustrasi balita makan buah (Shutterstock / Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Moms si kecil memang makan dalam porsi yang sangat sedikit, oleh karena itu bagi Moms yang tak memiliki waktu banyak sangat tak memungkinkan untuk Moms terus-terusan masak ketika si kecil mengkonsumsi MPASI. Untuk mengatasinya Moms bisa siapkan sekaligus lalu simpan di lemari pendingin.

Amankah membekukan makanan bayi?

Ya, makanan bayi dapat dibekukan agar tahan lama. Di berbagai negara misalnya Amerika, Canada, dan beberapa negara lainnya, makanan bayi dibuat sekaligus banyak kemudian dibekukan. Namun, membekukannya harus mengikuti cara yang benar, agar makanan tersebut tetap higienis dan baik dikonsumsi oleh bayi. Keuntungan lainnya adalah, kita dapat memberikan menu yang berbeda-beda dalam 1 hari, sehingga si bayi gak bosan dan lebih dapat menikmati makanannya.

Bagaimana cara menyimpan makanan bayi agar awet dalam lemari pendingin? Yuk Moms simak cara dan tipsnya

1) Cuci bersih bahan makanan yang ingin dibuat puree, misalnya ayam, daging sapi, ikan, ataupun sayuran.

2) Potonglah kecil-kecil agar lebih mudah empuk dan mudah diblender

3) Rebuslah bahan makanan tersebut hingga benar-benar matang. Sebaiknya, gunakan sedikit air agar puree gak terlalu encer.

4) Blender bahan makanan tersebut hingga halus

5) Tunggu hingga puree gak panas lagi. Atau, tunggu hingga dingin baru diblender.

6) Tuangkan puree tersebut ke tempat pembuatan es. Bila tempat es tersebut gak memiliki tutup, tutupilah dengan plastik bening yang bersih (plastic wrap). Ibu juga dapat memasukan tempat es tersebut ke dalam kantong plastik bening yang masih baru, dalam posisi horisontal agar puree-nya gak tumpah. Lalu, ikat ujung kantong plastik dengan karet gelang. Tujuannya adalah supaya di dalam freezer, puree ini gak terkontaminasi makanan lain yang ada di sekitarnya.

7) Setelah beku, pindahkan kotak-kotak puree beku tersebut ke dalam wadah atau gunakan kantong plastik yang tadi dipakai untuk menutup tempat es. Karena bentuknya sudah terbagi jadi kotak-kotak kecil, penggunaannya sangat praktis. Ibu hanya cukup mencairkan 1-2 kotak yang dibutuhkan saja.

8) Tutup wadah rapat-rapat, atau ikat kantong plastik dengan rapat.

9) Terakhir, berikan label pada setiap kantong, berisi nama dan tanggal pembuatan. Tujuannya, agar kita tahu sudah berapa lama puree beku tersebut disimpan. Sebaiknya makanan tersebut gak disimpan lebih dari 1 bulan. Makanan yang sudah dicairkan, jangan dibekukan kembali. Buanglah sisa makanan yang gak habis.

10) Nah, Moms dapat menyiapkan beberapa macam puree beku sekaligus, sehingga setiap kali makan si bayi dapat menikmati makanan yang berbeda-beda. Misalnya, saat makan siang kita memberikan 1 porsi puree ayam dan 1 porsi puree brokoli. Sedangkan untuk makan malam, kita dapat memberikan 1 porsi puree ikan dan 1 porsi puree wortel.

11) Perlu tips untuk mencarikan puree beku? Masukkan puree beku ke mangkok (jangan mangkok plastik) lalu taruh di rice cooker yang berisi nasi. Setrice cooker pada posisi warm hingga puree menjadi hangat. Praktis bukan?

Selamat mencoba ya.

Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan