Menu

Mengenang Sosok Mien Sugandhi, Mantan Menteri Peranan Wanita di Era Soeharto

08 Januari 2020 11:30 WIB

Mien Sugandhi (ANTARA FOTO/Benny S Butarbutar)

HerStory, Jakarta —

Beberapa waktu lalu, kabar duka kembali menyelimuti Tanah Air. Siti Aminah Sugandhi atau akrab disapa Mien Sugandhi menghembuskan napas terakhirnya, Minggu (2/1/2020) lalu.

Tahukah Beauty, kalau Mien Sugandhi dikenal sebagai Mantan Menteri Urusan Peranan Wanita pada di era Soeharto. Ia memiliki jasa yang sangat sangat besar untuk perempuan Indonesia, lho!

Wanita kelahiran 6 Oktober 1934 ini juga dikenal sebagai politikus. Sebelum menjabat sebagai menteri ia merupakan anggota DPR dari Partai Golkar. Namun, ia harus memisahakan diri dengan Partai Golkar setelah memimpin ormas Musyawarah Keluarga Gotong Royong (MKGR) dan menjadikannya sebuah partai.

Mien menjabat sebagai anggota DPR selama 16 tahun, sejak 1997 hingga 1993. Lalu kemudian diangkat sebagai Menteri Urusan Peranan Wanita sejak Maret 1993 hingga Maret 1998.

Pejuang hak-hak perempuan

Beauty, Mien dikenal sebagai pahlawan yang memperjuangakan hak-hak perempuan lho!. Saat menjabat ia pernah menjadi Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi Dunia Wanita ke-4 di Beijing, China pada Oktober 1995 silam. Dari hasil konferesi tersebut, menghasilkan Beijing Platform for Action yang masih digunakan hingga saat ini di negara Asia-Afrika.

Di Indonesia, Mien memfokuskan hasil konferensi tersebut dengan melahirkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. Strategi tersebut menjadi dasar dimulainya pembangunan gender di seluruh bidang pembangunan.

Saat masih menjabat, Mien juga meraih sejumlah penghargaan “Bintang Mahaputera Adiprana” dari Pemerintah RI pada 17 Agustus 1996 silam. Ia juga pernah memperoleh gelar Doktor dari Northern California Global University, Amerika Serikat pada tahun 2001. Wah, keren banget kan Beauty?

Baca Juga: Lika-Liku Perjalanan Bisnis Susi Pudjiastuti, Mulai dari Pengepul Ikan hingga Jadi Menteri Yang Inspiratif

Mien dan segala kontroversinya

Perlu Beauty ketahui, saat menjabat sebagai menteri Mien juga pernah melontarkan pernyataan kontroversialnya. Seperti saat itu, ia pernah mengatakan deportasi Ratna Sari Dewi istri Soekarno yang pulang ke Jepang karena bukunya yang berisi foto telanjang Madame Syuga. Yang mana dianggap mempermalukan citra Indonesia.

Namun, untungnya hal itu diralat oleh Menteri Kehakiman Oetoyo Oesman yang mengatakan, yang dilarang hanyalah bukunya saja, bukan orangnya.

Tapi Beauty, enggak hanya sampai disitu. Mien kembali berseteru dengan Ketua Yayasan Putri Indonesia, Mooryati Sudibyo. Hal itu terjadi karena pengiriman Alya Rohali sebagai wakil Indonesia di ajang Miss Universe pada 1996 lalu.

Sebenarnya, Alya Rohali hanya datang sebagai participating observer saja. Tetapi ia justru ikut berfoto memakai baju renang bersama peserta lainnya. Melihat hal itu, Mien marah dan sempat mengancam akan memanggil Yayasan Putri Indonesia.

Usut punya usut, pihak yayasan merasa keberatan karena awalnya foto tersebut dianggap koleksi pribadi, tetapi justru bocor ke media massa dan memicu perseturuan dengan Mien.

Dekat dengan keluarga Soeharto

Terlepas dari kontroversialnya, Mien menjadi salah satu politikus yang dekat dan dipercayai oleh Soeharto, lho! Mien dipercaya oleh Soeharto untuk membentuk wanita organisasi tani seluruh Indonesia.

Saat itu, Soeharto hanya memberikannya waktu selama dua minggu untuk mengumpulkan seluruh wanita tani di Indonesia. Meski sempat bingung, Mien pun menggunakan jabatannya sebagai Ketua MKGR untuk mengerahkan anggotanya ke seluruh Indonesia dan membentuk wanita tani hingga ke seluruh pelosok. Hingga akhirnya, Mien mampu mengumpulkan 800 wanita tani yang turut hadir.

Tak hanya dekat dengan Soeharto, Mien pun menjalin kedekatan dengan Tien Soeharto. Bahkan Ibu Tien pernah menitipkan pesan agar pimpinan Golkar tak lagi mencalonkan Suharto pada 1996.

Namun sayang Beauty, Mien tidak mengindahkan amanah tersebut hingga akhirnya Soeharto kembali menjadi Presiden hingga kejatuhannya pada 1998, dan ia sangat menyesal.

Artikel Pilihan