Menu

Paksu 'Loyo' Waktu Bercinta? 4 Kebiasan Ini Ternyata Berpengaruh Loh, Moms!

03 September 2022 15:30 WIB

Illustrasi Penis Loyo (Freepik/Edited by HerStory)

HerStory, Bogor —

Moms, pernah alami penis paksi 'loyo' sewaktu berhubungan seksual padahal lagi bersemangat? Ternyata hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor loh!

Dilansir dari Mens Health, menurut ahli urologi di Orlando Health, Jamin Brahmbhatt, penis yang menolak ereksi biasanya disebabkan karena psikologis atau lingkungan tertentu. 

Penasaran? Berikut beberapa faktor yang menyebabkan penis 'loyo'.

1. Banyak minum alkohol

Bisa jadi paksu pernah berada dalam situasi mabuk berat atau terlalu banyak minum alkohol dan membuat penis tak berdiri tegak. Alkohol adalah depresan pada sistem saraf pusat Anda, dan ini bisa mengurangi aliran darah ke penis yang dapat melemahkan fungsinya.

Jadi, meskipun minuman itu mungkin cukup membuatmu rileks untuk membawa seseorang ke tempat tidur tapi itu akan berpengaruh pada kemampuan ereksi jika diminum terlalu banyak.

2. Tegang

Dalam keadaan tidak santai, hal tersebut memungkinkan apabila penis menolak untuk ereksi. Menurut Brahmbhatt ini dapat terjadi karena ada alasan psikologis di baliknya.

Saat  fisik mengalami ini sebagai situasi stres tinggi atau tegang, dan memompa sistem dengan adrenalin yang membunuh kemampuan Paksu untuk mengalami ereksi.

3. Stres dan kelelahan

Sebut saja "pandemi", dan "kecemasan ekonomi" sebagai permulaan. Profesor di Indiana School of Public Health Debby Herbenick mengatakan kecemasan tentang apa pun dapat menyebabkan Paksu kehilangan fokus.

Hal ini kemudian berpotensi menyebabkan gairah Paksu menurun. Di sisi lain, merasa stres dapat meningkatkan kadar kortisol.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Hormones and Behavior menemukan hal ini bisa menjadi masalah karena hormon stres sebenarnya dapat memblokir efek testosteron, dan bisa membunuh libido Paksu menyebabkan masalah ereksi.

4. Konsumsi obat tertentu

University of Maryland Medical Center menyebut ada banyak obat yang dapat mengganggu kemampuan Paksu ereksi. Obat itu termasuk obat tekanan darah tinggi tertentu, seperti beta-blocker dan diuretik. Meskipun bagus untuk jantung, gangguannya pada sistem saraf simpatik dan dinding pembuluh darah dapat menurunkan aliran darah ke penis.

Penelitian Universitas Stanford menunjukkan bahwa hingga 75 persen pasien depresi mengalami penurunan libido. Tak hanya itu, mengonsumsi antidepresan tertentu dapat mencegah Paksu dari ereksi . Inhibitor reuptake serotonin seperti Prozac and Lexapro dapat menurunkan kadar testosteron Paksu atau bahkan menyebabkan ejakulasi tertunda.

Artikel Pilihan