Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock/Edited By Herstory)
Durasi hubungan seks sangat bervariasi, banyak yang beranggapan jika makin lama bercinta, suasana akan semakin nikmat. Padahal, hal tersebut tak bsia menjadi jaminan untuk sama-sama mendapatkan kepuasan atau orgasme.
Melansir dari TheAsainParent, sebuah aplikasi dan sex toys bernama Lovely meneliti bahwa ternyata durasi seks tak selama yang dibicarakan oleh banyak orang. Karena berdasarkan riset pada 432 pasangan dan 2000 orang yang aktif secara seksual, rata-rata pasangan hanya tahan selama 12 menit.
Nah, durasi 12 menit itu belum termasuk dengan pemanasan, dalam kata lain, itu hanya menyangkut penetrasi hingga orgasme yang dialami suami maupun istri. Durasi rata-rata tersebut disebut sebagai durasi normal suami istri dalam melakukan hubungan seksual.
Di sisi lain, sebuah riset dari terapis seks dari Kanada dan Amerika pada tahun 2008 yang diulas oleh Esquire menyatakan bahwa rata-rata penetrasi normal berlangsung antara 7-13 menit. Kurang dari 2 menit disebut sebagai ejakulasi dini, 13 menit ke atas disebut terlalu lama.
Beberapa orang melakukan delay orgasme, yaitu menunda waktu orgasme agar dapat memperpanjang durasi penetrasi. Padahal hal tersebut bisa jadi tak begitu nyaman untuk pasangan.
Banyak wanita yang merasa bahwa delay orgasme yang dilakukan pria untuk memperlama masa penetrasi membuat mereka jadi kehilangan mood. Karena fokus pria yang seharusnya ke wanita jadi fokus ke hal lain untuk menunda orgasme.
Tindakan mencabut penis dari vagina saat akan keluar tak hanya menunda pria untuk orgasme, melainkan wanita juga. Oleh karena itu, delay orgasm untuk menambah durasi seks tak selalu cocok untuk semua orang.
Barangkali, bagi yang mengalami ejakulasi dini, teknik delay orgasm bisa jadi salah satu solusi agar dapat memperlama masa penetrasi. Sehingga penting atau tidaknya melakukan teknik tersebut perlu disesuaikan juga dengan kebutuhan.
Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.