Ilustrasi gairah seks menurun. (Thinkerstock/Edited By HerStory)
Bagi pasangan suami istri, berhubungan intim merupakan sala satu hal yang penting untuk dilakukan. Hubungan dengan pasangan bisa semakin hangat jika rutin bercinta.
Meski perlu rutin berhubungan intim, ada kalanya pasangan suami istri lelah dan enggak bergairah melakukannya. Namun, kamu dan pasangan jangan berhenti berhubungan intim dalam jangka waktu yang lama, ya.
Ternyata, berhenti berhubungan intim dalam jangka waktu yang lama memiliki kerugian alias dampak buruk bagi pasangan suami istri. Sudah tahu belum?
Melansir dari laman Well and Good (6/10/2022), berikut ini beberapa kerugian yang bisa dirasakan pasangan suami istri saat berhenti berhubungan intim dalam jangka waktu yang lama.
Yuk, simak baik-baik, ya!
Menurut seksolog sekaligus pendiri pasar keintiman Bloomi Rebecca Alvarez, seks bisa menjadi obat yang efektif untuk rasa sakit, seperti kram menstruasi, nyeri otot, atau sakit kepala.
Jika pasangan suami istri terlalu lama enggak melakukan hubungan intim, maka dampak buruk yang akan terjadi adalah rentan mengalami sakit dan nyeri.
Menurut sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam The Canadian Journal of Human Sexuality menemukan bahwa melakukan hubungan seks pada hari pertama benar-benar membuat orang lebih menginginkannya pada hari kedua.
Kalau kamu dan pasangan terlalu lama berhenti berhubungan intim, maka akibatnya adalah gairah seks akan menurun.
Saat berhubungan intim, kenikmatan yang dirasakan akan membuat tubuh melepaskan hormon yang membantu kamu dan pasangan lebih cepat tidur.
Hormon seperti vasopresin dan oksitosin mengurangi stres dalam tubuh dan membantu tertidur dengan cepat. Jika kamu dan pasangan enggak melakukan hubungan intim dalam jangka waktu yang lama, maka risikonya kualitas tidur menjadi rendah.
Nah, itulah beberapa masalah yang bisa terjadi saat kamu dan pasangan sudah enggak berhubungan intim dalam waktu yang lama. Semoga bermanfaat!