Menu

Perjalanan Karier Agnez Mo, Presenter Cilik yang Berhasil Jadi Musisi Kelas Dunia

12 November 2020 13:30 WIB

Agnez Mo (Instagram/agnezmo)

HerStory, Jakarta —

Cantik dan bertalenta, karier penyanyi Agnez Mo juga enggak pernah pudar. Penyanyi asal Indonesia yang sudah berskala internasional, di tahun ini masuk ke dalam daftar nominasi 100 wajah tercantik di dunia versi TC Chandler. Agnez masuk ke dalam nominasi dengan beberapa artis Indonesia lainnya seperti, Maudy Ayunda, Raisa, dan Pevita Pearce.

Agenz Mo memiliki segala faktor yang dipertimbangkan untuk dapat masuk ke nominasi tersebut. Karena bukan hanya cantik, Agnez juga mempunyai banyak penghargaan atas karyanya di dalam dan luar negeri. Ia juga memiliki kepribadian yang baik. Prestasi dalam bidang akademiknya pun enggak kalah cemerlang dari kariernya dalam dunia hiburan. Agnez adalah lulusan cumlaude dari Universitas Pelita Harapan dengan IPK 3,67. 

Untuk sampai di titik sekarang ini, Agnez Mo sudah melalui perjalanan karier yang cukup lama, bahkan dari ia masih kecil. Bagaimana perjalanan karier pelantun lagu 'Matahariku' tersebut? Simak artikel berikut ini!

Penyanyi cilik

Bernama lengkap Agnes Monica Muljoto, lahir di Jakarta pada 1 Juli 1986. Agnez memulai kariernya sebagai penyanyi cilik di usianya yang masih enam tahun. Bakatnya dalam seni tarik suara sudah jelas terlihat sejak kecil. Ia pun belajar bernyanyi di Gereja dan ikut kursus vokal di beberapa tempat.

Album pertamanya berjudul 'Si Meong', diikuti dengan album kedua, 'Yess!' yang dirilis bersama dengan penyanyi cilik Eza Yayang di tahun 1995. Album ini yang membuat namanya melejit sampai berhasil dinobatkan sebagai "Album Anak-Anak Terbaik" pada tahun 1999.

Karier dalam dunia musik anak terus berlanjut, ia kembali merilis album ketiganya 'Bala-Bala' di tahun 1998. Ketiga album ini membawa namanya semakin besar dan dikenal orang.

Presenter cilik

Selain menjadi penyanyi muda, agnes yang pintar dipercaya untuk membawakan acara anak-anak, seperti, Video Anak Anteve (VAN) di Antv, Tralala-Trilili di RCTI, dan Diva Romeo di Trans TV. 

Dari kariernya menjadi presenter cilik pun berhasil meraih penghargaan Panasonic Awards untuk "Pembawa Acara Anak-Anak Terfavorit" selama dua tahun berturut, 1999 dan 2000.

Karier saat remaja

Memasuki usia remaja, Agnez mulai membuat albumnya dengan nuansa yang berbeda. Beberapa musisi Tanah Air dilibatkannya dalam pembuatan album 'And The Story Goes' (2003) antara lain, Ahmad Dani dan Melly Goeslaw. Saat itu, Agnez berada di bawah label Aquarius Musikindo. Album ini sukses sampai meraih double platinum dengan penjualan lebih dari 300.000 keping.

Penghargaan lainnya dari album tersebut diraih dari ajang Anugrah Musik Indonesia tahun 2004, Agnes memenangkan tiga penghargaaan dari total sepuluh nominasi, yaitu sebagai "Artis Pop Solo Wanita Terbaik" untuk lagu "Jera", "Karya Produksi Dance/Tehno Terbaik" untuk lagu "Bilang Saja", serta "Duo/Group Terbaik" untuk kolaborasinya dengan Ahmad Dhani di lagu "Cinta Mati".

Ini juga menjadi awal mulanya berkarya sampai ke luar negeri. Selain penghargaan di Indonesia, Agnez juga berhasil meraih penghargaan sebagai "Pendatang Baru Terbaik" pada Anugerah Planet Muzik 2004 yang digelar di Singapura.

Tahun 2004 juga menjadi awal karier aktingnya sampai ke luar negeri. Dalam sinetron yang ia mainkan bersama Roger Danuarta, terdapat sebuah episode khusus Cewekku Jutek syuting di berbagai tempat wisata populer di seluruh Melbourne, Australia.

Album Whaddup A'..?!

Dalam album yang dirilis pada akhir tahun 2005, Agnez menggandeng penyanyi asal Amerika, Keith Martin untuk berkalaborasi. Album ini melahirkan lima singel hits, yaitu "Bukan Milikmu Lagi", "Tanpa Kekasihku", "Tak Ada Logika", "Cinta di Ujung Jalan", serta "Dan Tak Mungkin"

Pada tahun 2005, Agnes juga terlibat dalam syuting serial drama Asia berjudul 'The Hospital' di Taiwan yang dibintangi oleh Jerry Yan, salah satu personel F4. Agnes juga ikut dalam syuting serial 'Romance in The White House' bersama Peter Ho, yang dalam serial ini Agnes bermain hanya dalam beberapa episode saja.

Pada tanggal 23 Juni 2007, Agnes menggelar konser tunggal untuk pertama kali di Stadium Negara, Kuala Lumpur, Malaysia, yang disaksikan sebanyak 3.000 penonton.

Berkarier internasional

Kiprahnya di dunia musik sudah sampai ke ranah Asia dan dikenal banyak orang, Agnez kembali mengeluarkan Album baru 'Sacredly Agnezious' dengan beberapa lagu berbahasa Inggris di dalamnya. Lewat album ini, Agnez meraih banyak penghargaan, antara lain,  MTV Indonesia Awards sebagai "Most Favorite Female" serta Anugerah Musik Indonesia 2009 sebagai "Artis Pop Solo Wanita Terbaik", dan  "The Best Asian Artist Award" di Korea.

Memasuki tahun 2010, Agnes mendapat kehormatan menjadi juri dalam ajang pencarian bakat Indonesian Idol. Di tahun yang sama, Agnes meluncurkan singel berjudul "Karena Ku Sanggup" yang ia ciptakan bersama musikus Andi Rianto. Ia juga membintangi sinetron berjudul 'Pejantan Cantik' yang tayang di Indosiar. 

Pada tanggal 21 November 2010, Agnes menjadi salah satu pembawa acara red carpet ajang penghargaan tahunan American Music Awards yang diselenggarakan di Nokia Theatre, Los Angeles, Amerika Serikat. 

Ia tampil menggunakan busana bermotif batik dan kebaya, serta sesekali menggunakan bahasa Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Agnes juga berduet bersama penyanyi Meksiko Christian Chávez dalam lagu berjudul "¿En Dónde Estás?" yang dikemas dalam bahasa Spanyol, Inggris, dan Indonesia.

Pada tanggal 2 Februari 2011, Agnes meluncurkan sebuah album kompilasi terbaik yang diberi judul Agnes Is My Name. Album ini memuat sepuluh singel pilihan dari tiga album studio sebelumnya, ditambah dua lagu terbaru "Karena Ku Sanggup" dan "Paralyzed".

Album ini hanya dijual di gerai KFC di seluruh Indonesia dan meraih plakat "Million Award" untuk penjualan lebih dari satu juta keping dalam waktu empat bulan.

Pada saat acara peluncuran album tersebut, Agnes mengumumkan bahwa ia telah menandatangani kontrak dengan Sony/ATV Music Publishing.

Pada bulan September 2011, Agnes berduet dengan penyanyi senior Amerika Serikat Michael Bolton pada lagu "Said I Loved You...But I Lied". Lagu tersebut direkam sebagai lagu tambahan dalam album Bolton bertajuk Gems: The Duets Album khusus untuk edisi Asia.

Agnes berhasil meraih nominasi sebagai "Worldwide Act Asia Pasific" dalam ajang penghargaan MTV Europe Music Awards 2011. Ia juga menjadi nominator di American Nickleodeon Kids Choice Awards 2012 kategori "Favorite Asian Act". 

Nama Agnez makin melejit setelah mengeluarkan single Coke Bottle hasil kalaborasi dengan Timbaland dan T.I.

Belakangan ini Agnez lebih sering menetap di Amerika dan berkarier di sana. Lagu-lagunya juga sudah makin banyak berbahasa Inggris. Lagu terakhirnya berjudul 'Fuckin' Boyfriend' yang mana video klipnya diluncurkan di tengah tahun 2020 ini.

Indonesia bangga punya Agnez Mo!

Artikel Pilihan