Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock/Edited By Herstory)
Bagi pasangan suami istri, berhubungan intim sangatlah penting. Sebab, rutin berhubungan intim dengan pasangan bisa membuat hubungan cinta makin harmonis.
Nah, baru-baru ini berhubungan seks dengan pasangan dikaitkan dengan menopause. Apakah benar sering berhubungan seks bisa menunda menopause?
Melansir dari berbagai sumber (28/11/2022), sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Royal Society Open Science menemukan bahwa wanita yang rajin berhubungan seks setiap minggu memiliki kemungkinan 28 persen lebih kecil mengalami menopause ketimbang mereka yang melakukan hubungan intim kurang dari sekali dalam sebulan.
Meski begitu, studi tersebut enggak mengeksplorasi lebih jauh terkait dengan alasan mengapa berhubungan intim lebih sering bisa menundah menopause.
Namun, peneliti studi Megan Arnot menjelaskan bahwa mungkin wanita yang perimenopause enggak ingin berhubungan seks. Jika seorang wanita enggak berhubungan seks, maka dia enggak akan hamil, sehingga enggak ada gunanya mempertahankan fungsi ovulasi.
Ovulasi sendiri membutuhkan banyak energi dari tubuh, bahkan bisa menurunkan fungsi kekebalan tubuh. Jadi mungkin ada titik dalam hidup di mana lebih baik berhenti berovulasi dan menginvestasikan energi di hal lainnya jika pasangan memutuskan enggak akan punya bayi.
Jadi, bisakah berhubungan intim mencegah menopause? Belum tentu.
Profesor antropologi evolusioner di University College London, Ruth Mace menekankan bahwa berhubungan intim, bahkan di usia 40-an dan 50-an enggak akan mencegah menopause.
"Kami mengontrol berbagai variabel, termasuk kadar hormon estrogen, merokok, dan BMI, dan hubungannya tetap ada, tetapi itu enggak berarti bahwa perilaku seksual menunda menopause," jelas Mace.
Profesor klinis kebidanan dan ginekologi dan ilmu reproduksi di Yale University Medical School, Mary Jane Minkin mengatakan, perempuan yang terlambat memasuki menopause menyiratkan ada lebih banyak estrogen untuk menjaga kenyamanan vagina.
"Dan sayangnya saya melihat banyak wanita pasca menopause enggak bisa berhubungan seks karena kekeringan dan nyeri vagina," ujar Minkin.
Pakar OB-GYN di Winnie Palmer Hospital for Women and Babies di Orlando, Florida Christine Greves, MD menambahkan, melakukan hubungan seks yang relatif sering selama periode perimenopause dan menopause juga dapat membantu mengurangi rasa sakit seiring waktu karena dapat membantu menjaga elastisitas vagina.
Jadi, diia menyimpulkan bahwa berhubungan seks dengan pasangan secara rutin dan teratur tentu enggak ada salahnya.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.