Masih banyak masyarakat yang acuh terhadap protokol kesehatan. Ditambah rasa tak percaya terhadap vaksin yang sedang dikembangkan oleh para ilmuwan di berbagai negara.

Padahal vaksinasi akan meringankan beban negara menanggung biaya perawatan pasien COVID-19 lho. Seperti diketahui sebelumnya bahwa satu orang pasien COVID-19 menghabiskan biaya perawatan hingga ratusan juta rupiah.

"Biaya penyakit itu mahal. Dari COVID-19 saja, biayanya bisa sampai Rp 600 juta," ujar Prof. Dr. dr. Hasbullah Thabrany, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dikutip laman resmi covid19.go.id, Kamis (19/11/2020)

"Vaksin sudah pasti lebih murah dibandingkan merawat atau mengobati," lanjutnya.

Prof. Hasbullah pun mengatakan bahwa vaksin menguntungkan semua pihak. Pasalnya vaksinasi bisa menghentikan penyebaran virus.

"Dengan divaksin ini menguntungkan kita semua, kita menjadi tidak terkena virus dan kita tidak menularkan virus kepada orang lain, ini adalah amal karena mencegah orang lain jadi tidak kena musibah dari virus," imbuhnya.

Baca Juga: Jelang Libur Akhir Tahun, Sri Mulyani: Patuhi Protokol Kesehatan!

Sambil menunggu rampungnya vaksin, Prof. Hasbullah pun mengimbau masyarkat untuk menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.