Sebenarnya, kebiasaan menghisap jempol sangat umum dan alami untuk bayi, sejak masih berada di dalam kandungan. Nantinya, kebiasaan ini akan berhenti dengan sendirinya saat mereka tumbuh besar, yakni di usia 6 atau 7 bulan. 

Mengisap jempol membuat bayi merasa aman dan nyaman, bisa juga menjadi sinyal yang menandakan bahwa ia lapar. Namun, sebaiknya kebiasaan ini dihentikan sebelum anak berusia 3 tahun, terutama saat gigi permanen belum tumbuh. Mengutip dari berbagai sumber, Kamis (19/11/2020) berikut bahayanya.

1. Menyebabkan gigi tonggos

Mengisap jempol dalam waktu lama bisa membuat gigi atas terdorong ke depan dan gigi bawah tertekan ke belakang. Akibatnya, gigi anak jadi tonggos. Apalagi jika intensitas mengisap jempol kuat, maka berisiko menyebabkan kerusakan gigi permanen.

2. Kesulitan bicara

Mengisap jari akan membuat susunan gigi berantakan yang kemudian memperlambat keselarasan antara lidah dan gigi untuk menghasilkan suara. kebiasaan ini juga bisa memengaruhi kemampuan bicara anak. Seperti cadel yang terjadi akibat efek samping mengisap jempol.

Baca Juga: Supaya Enggak Salah Tanggapi, Pahami 7 Ekspresi Si Kecil Yuk, Moms!

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas