Sejak pertengahan 2018, Penyanyi Lorde menghilang dari media sosial. Satu-satunya waktu di mana sosial medianya hidup hanya untuk mengajak anti golput saat pemilihan umum Selandia Baru di bulan lalu.

Sebelumnya, pada bulan Mei, Lorde juga memberi berita angin segar kepada penggemarnya dengan mengatakan bahwa dia sedang mengerjakan lanjutan dari album Melodrama yang sempat booming di tahun 2017 dengan produser musiknya, Jack Antonoff yang juga pernah bekerja sama dengan Lana Del Rey dan Taylor Swift.

Tapi sampai saat ini, belum ada kabar lanjutan tentang karya musik barunya tersebut, penggemar masih menagih karya baru Lorde yang sempat dia bilang 'akan keluar' nanti. 

Nah, sekarang dia menjelaskan alasan mengapa berhenti dari sosial dalam wawancara baru dengan Cazzie David untuk majalah Interview.

"Salah satu alasan mengapa aku keluar dari sosial media, selain dari perasaan seperti aku kehilangan kebebasan, atas banyaknya stres yang aku rasakan tentang planet kita ini, tentang rasisme sistemik, dan tentang kebrutalan polisi di negara ini," dia menjelaskan.

Dalam wawancara tersebut, Lorde juga mengungkapkan bahwa mematikan sosial media telah memungkinkannya untuk fokus pada kreativitas dalam berkarya tanpa gangguan.

Baca Juga: Gorden Kamar dibilang Mirip Seperti di Video Mesum, Gisella Anastasia: Aku Ketawa Aja

"Aku pikir kamu bisa membuat evaluasi tentang masyarakat karena betapa seringnya kamu mengonsumsi budaya media sosial, yang jelas sangat berbeda dengan apa yang aku lakukan," katanya kepada Cazzie. "Main sosial media, bagiku, cuma menghancurkan bagian otakku yang lagi bekerja."