Menu

Kenapa 8 Maret Diperingati Sebagai Hari Perempuan Internasional?

08 Maret 2020 16:31 WIB
Kenapa 8 Maret Diperingati Sebagai Hari Perempuan Internasional?

Tiga wanita berbeda skintone yang memiliki kulit sehat dan glowing. (pinterest/cosmopolitan)

HerStory, Jakarta —

Tepat pada hari ini, Minggu (8/3/2020), seluruh dunia tengah merayakan hari perempuan internasional. Tanggal 8 Maret setiap tahunnya dijadikan sebagai hari perayaan atas pencapaian perempuan sepanjang sejarah dan lintas negara.

Seperti keterangan yang dilansir melalui Time and Date (8/3/2020), 8 Maret juga dikenal sebagai Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak-Hak Wanita dan Perdamaian Internasional.

Tahukah kamu, Beauty? Hari Perempuan Internasional pertama sebenarnya terjadi pada 19 Maret 1911 lho.

Acara perdananya, yang meliputi aksi unjuk rasa dan pertemuan yang diselenggarakan, merupakan keberhasilan besar di negara-negara, seperti Austria, Denmark, Jerman dan Swiss.

Tanggal 19 Maret dipilih karena memperingati hari ketika raja Prusia berjanji untuk memberikan suara bagi para wanita pada tahun 1848. Janji itu memberi harapan akan kesetaraan, tetapi itu adalah janji yang gagal ia pertahankan. Tanggal Hari Perempuan Internasional pun kemudian dipindahkan ke 8 Maret 1913.

PBB menarik perhatian global terhadap keprihatinan perempuan pada tahun 1975 dengan menyerukan Tahun Perempuan Internasional. PBB juga mengadakan konferensi pertama tentang wanita di Mexico City tahun itu.

Baca Juga: Wanita Perlu Tahu! Ini Alasan Pria Mencari Calon Istri yang Mirip dengan Ibunya

Majelis Umum PBB kemudian mengundang negara-negara anggota untuk menyatakan 8 Maret sebagai Hari PBB untuk Hak-Hak Perempuan dan Perdamaian Internasional pada tahun 1977.

Hari itu bertujuan membantu negara-negara di seluruh dunia menghapus diskriminasi terhadap perempuan. Ini juga difokuskan untuk membantu perempuan mendapatkan partisipasi penuh dan setara dalam pembangunan global. Sebaliknya, Hari Laki-Laki Internasional juga dirayakan pada tanggal 19 November setiap tahun.

Sampai saat ini, banyak kemajuan yang telah dibuat untuk melindungi dan mempromosikan hak-hak perempuan dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, menurut PBB, masih belum ada tempat di dunia yang bisa mengklaim bahwa wanita memiliki semua hak dan peluang yang sama dengan pria.

Mayoritas, 1,3 miliar orang miskin di dunia adalah wanita. Rata-rata, perempuan menerima antara 30 dan 40 persen upah yang lebih sedikit, untuk pekerjaan yang sama.

Perempuan juga terus menjadi korban kekerasan, dengan pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga terdaftar sebagai penyebab signifikan kecacatan dan kematian di antara perempuan di seluruh dunia.

Semoga, dengan rutinnya perayaan Hari Perempuan Internasional, seluruh kaum hawa di dunia lebih disetarakan dan enggak disepelekan lagi, ya Beauty. Happy women’s international day!

Baca Juga: Ikut Buka Suara dalam Women's March 2020, Hannah Al Rashid: Lokasi Syuting yang Paling Ideal? No Laki-laki yang Tangannya Kemana-Mana!

Baca Juga: Hari Perempuan Internasional Penting Nggak Sih? Begini Pendapat Para Wanita

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.