Moms selalu berharap untuk menanamkan nilai gambaran besar pada anak-anak saat mereka tumbuh dan menjelajahi dunia di sekitar mereka. Meskipun mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran atau rasa hormat mungkin terasa seperti tugas yang menakutkan dengan anak kecil, pelajaran ini secara bertahap dapat diajarkan melalui momen kecil yang disengaja.

Katakanlah bermain sambil belajar. Beberapa nilai kehidupan di bawah ini bisa diajarkan dengan pola yang enggak berat seperti melakukan tugas dari sekolah. Hal-hal ini juga bisa diajarkan sebelum anak-anak menginjak usia 10 tahun.

1. Kejujuran

Saat memperoleh nilai, anak-anak biasanya belajar dari apa yang mereka alami. Untuk mengembangkan watak jujur ??pada anak, taktik terbaik Anda adalah mencontohkan kejujuran sebanyak yang kamu bisa.

Bahkan di usia muda, anak-anak menyerap tindakan orangtuanya seperti spons. Jadi setiap sedikit kebohongan yang diucapkan dengan percaya diri dapat menyebabkan kurangnya kejujuran. 

Meskipun mengatakan yang sebenarnya kadang-kadang dapat menyebabkan situasi atau percakapan yang kurang nyaman, aspek pelajaran ini adalah bagian dari tujuan mengajarkan nilai ini kepada anak-anak bahwa kejujuran enggak selalu mudah, tetapi itu sepadan dengan masalahnya.

2. Akuntabilitas

Akuntabilitas atas tindakan seseorang adalah nilai penting untuk dipelajari oleh seorang anak, karena ini menetapkan harapan tentang bagaimana mereka harus bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Akuntabilitas berakar pada hubungan orang tua-anak, tetapi ujian sebenarnya dimulai pada usia sekolah, ketika anak-anak harus mengambil kepemilikan atas tindakan mereka tanpa orang tua selalu membimbingnya. 

Konsep seperti penalaran moral, atau apa yang harus dilakukan ketika dihadapkan pada dilema etika yang bertentangan dengan nilai-nilai di dalam keluarga dapat terasa sedikit rumit bagi anak-anak yang lebih kecil. Namun, saat anak tumbuh dewasa di sekolah dasar dan seterusnya, memahami alasan di balik nilai-nilai mereka membantu membuat mereka bertanggung jawab saat menghadapi tekanan teman sebaya dan masalah yang lebih kompleks.

3. Rasa ingin tahu

Banyak orang tua dapat membuktikan bahwa sekitar usia 4 tahun, anak-anak mereka mulai mengajukan pertanyaan besar.

Sering kali mereka hanya mengatakan "Apa itu? Emangnya kenapa? Ada apa?"

Awalnya memang asik menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka yang sangat mendasar, hingga Moms jadi pusing ketika anak-anak sudah bertanya ratusan kali dalam sehari dan pertanyaannya menjadi filsuf, "Kenapa manusia bisa hidup?"

Jawablah dengan santai dan berdasarkan kepada pandangan pengalaman hidupmu, sementara mereka dapat melihat berbagai hal dengan cara yang lebih terbuka dan imajinatif.

4. Menghormati

Mempelajari rasa hormat adalah nilai yang sangat penting untuk membimbing anak saat mereka berada di lingkungan sekolah. Ini berkaitan dengan tugas-tugas yang sederhana seperti menunggu giliran untuk berbicara serta konsep yang lebih kompleks seperti memahami pandangan dunia yang berbeda dari mereka.

5. Empati

Kemampuan seorang anak untuk memahami dan terhubung dengan perasaan orang lain membantu membangun pondasi untuk hubungan yang kuat dalam hidup sosial mereka, itulah sebabnya empati sering kali menjadi nilai inti bagi keluarga. 

"Cara kita berbicara tentang empati adalah melalui permainan," kata Dr. Ford. "Jika dia melempar sesuatu, misalnya, dan itu mengenai saya atau boneka binatang, kita mengatakan sesuatu seperti, 'Aduh! Itu menyakiti saya,' dan tunggu dia menjawab."

Empati menjadi lebih penting saat seorang anak bertambah besar dan berteman. Selain membangun hubungan dengan orang lain, nilai ini berkontribusi pada resolusi konflik, mampu melihat sisi lain dari sebuah argumen dan menemukan solusi.

6. Menentukan (determinasi) 

Bagi banyak orang, konsep determinasi sering disalahartikan sebagai berani — sifat yang dicadangkan untuk orang yang suka bergaul dan suka berpetualang. 

Pada kenyataannya, nilai ini menanamkan kemampuan anak untuk menghadapi situasi dengan tekad untuk mencoba yang terbaik, bahkan jika mereka merasa gugup atau terintimidasi.

Jika kamu melakukan segala daya untuk membantu anakmu sukses, kamu secara gak sengaja mengorbankan pelajaran yang dapat mereka pelajari ketika mereka gagal. Mereka akan manja karena hidup penuh ketergantungan tanpa bisa menentukan jalan kehidupan mereka sendiri. Enggak mengalami jatuh dan bangun dalam hidup.

Sementara tekad dibangun dari kegagalan, penting untuk menemukan keseimbangan antara disiplin dan pujian saat menanamkan nilai ini. Meskipun enggak semua upaya layak mendapat pujian yang cukup, dukungan itu dibutuhkan anak-anak.

7. Komunikasi secara terbuka

Sebagai orang tua, salah satu nilai terpenting yang dapat Moms tanamkan dalam keluarga adalah komunikasi terbuka. Ini memungkinkan seorang anak untuk secara bebas mengekspresikan keinginan, kebutuhan, dan perhatian mereka dengan cara yang produktif, serta membangun hubungan yang kuat dengan orangtuanya.

Sekalipun seorang anak pemalu, menghargai komunikasi yang efektif di rumah dapat menyiapkan mereka untuk sukses di sekolah dasar dan seterusnya. Kepribadian introvert enggak berarti negatif, tetapi sebagai orang tua, kamu harus mencari cara agar anak dapat mengomunikasikan kebutuhannya dengan cara mereka sendiri. 

Baca Juga: Dear Moms, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Bikin Anak Susah Sukses, Apa Aja?

Apakah itu memeriksa bagaimana hari mereka setelah sekolah atau terlibat dalam mata pelajaran yang mereka sukai. Selalu ada jalan untuk membina hubungan yang baik dalam keluarga.