Viviane Tjeuw mencabut laporannya terhadap May Lee terkait kasus dugaan penganiyaan anak. Laporan kasus tersebut dilayangkan pada bulan Maret 2020.  Proses perdamaian dilakukan pada Hari Senin (30/11/2020) di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak, Polda Metro Jaya. Keduanya sepakat berdamai dan Viviane menyatakan bahwa saat ini anaknya sudah happy serta baik-baik saja sehingga tak ada gunanya untuk melanjutkan kasus tersebut. 

"Goals saya sebagai ibu yang penting anak aman, anak nggak kenapa-kenapa, dan sekarang anak juga sudah sama saya, sudah happy sama saya, jadi ya sudah mau ngapain lagi", ungkap Viviane. 

Saat ini keadaan sang anak sudah dinyatakan stabil dan baik-baik saja setelah sebelumnya sempat mendapatkan bantuan dari psikolog. 

Pada proses perdamaian ini tercatat tiga poin penting. Poin tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum May Lee, Herwin Arwa. Poin pertama Herwin mengungkapkan bahwa antara Lee dan Viviane sama-sama ingin membangun silaturahmi kembali. Kemudian poin kedua adalah antara Lee dan Viviane sama-sama tak ada persoalan, dan poin ketiga adalah kedua belah pihak melakukan perdamaian ini didasari untuk mengedepankan kepentingan anak. 

Viviane sendiri tak mengetahui tanggapan dari Okan Cornelius terhadap kasus dugaan penganiyaan terhadap anaknya yang dilakukan oleh May Lee, dirinya mengaku sudah lama tak berkomunikasi dengan Okan. 

"Saya nggak ada komunikasi dengan beliau (Okan), mungkin nanti pihak kepolisian yang akan menghubunginya", ucap Viviane. 

Sebelumnya Viviane dan Okan pernah membangun bahtera rumah tangga pada April 2012 dan berakhir pada April 2015. Kemudian pada Februari 2018, Okan melangsungkan pernikahannya dengan May Lee dan pada Maret 2020 keduanya diisukan bercerai.