Putri sulung Mona Ratuliu dan Indra Brasco, Devina Shafa Felisa atau akrab yang disapa Mima, akhirnya buka suara perihal insecure yang juga kerap dialaminya sejak duduk di bangku sekolah dasar. 

Lewat unggahan di laman Instagram miliknya, gadis yang lahir 11 Juni 2003 silam ini mengaku sejak lama ia sering terkena body shaming dari orang di sekitarnya, termasuk keluarganya sendiri.

"Kata-kata yang biasa gue denger sehari-hari. ini juga enggak sampe setengahnya. "bulu kakinya kaya cowo, gamau di cukur apa?" "kamu tuh udah cantik, jerawatan jadi jelek" "di scrub dong badannya, punggung banyak jerawat" (dulu) "ceking banget sih, masih kecil gaboleh diet. kaya orang sakit!!" (sekarang) "ih si mima gede banget sekarang!!! itu pipi bulet banget!! Mau dari keluarga, temen, sampe orang yang kenal aja nggak," tulis @mimashafa, seperti HerStory kutip, Rabu (11/3/2020).

Mima mengaku, dulu ia sering menutupi kekurangannya itu demi tampil sempurna di depan orang banyak. Namun, kali ini ia pun memiliki keberanian untuk tampil percaya diri tanpa sedikit menutup kekurangannya itu dan merubah mindset untuk lebih mencintai dirinya sendiri.

"Ya kuncinya sih jerawat, bulu kaki, bulu tangan, badan besar, badan kecil, tinggi, pendek, dan semua body type tuh nggak bikin jelek. Jelek itu standar sosial. Dan standars sosial itu sosial construct. Ga butuh opini orang untuk menilai diri sendiri cantik," tambahnya.

Baca Juga: Malas Mandi, Mona Ratuliu Enggak Nyangka Hamil Anak Perempuan Lagi

Diusia yang masih belianya ini, Mima mampu berpikir dewasa dan menganggap insecurities yang dimilikinya itu sebagai suatu kelebihan. 

"So love your insecurities. Express your insecurities. Be Friends with your insecurities. We're all worthy of love," pungkasnya.

Keberanian Mima untuk buka suara pun mendapat pujian dari warganet, termasuk rekan artis lainnya. Banyak yang menganggap Mima telah menginspirasi banyak wanita yang juga sering mendapatkan body shaming dari orang lain. 

View this post on Instagram

kata-kata yang bisa gue denger sehari2. ini juga nggak sampe setengah nya. “bulu kaki nya kaya cowo, gamau di cukur apa?” “kamu tuh udah cantik, jerawatan jadi jelek” “ di scrub dong badannya, punggung banyak jerawat” (dulu) “ceking banget sih, masih kecil gaboleh diet. kaya orang sakit!” (sekarang) “ih si mima gede bngt sekarang!! itu pipi bulet bgt!!” mau dari keluarga, temen, sampe orang yang kenal aja nggak. banyak perjuangan sampe titik dimana gue berani ngepost foto bareface, tanpa make up, tanpa nutup2in, tanpa di edit. mindset dulu mah pas SD sama SMP, “gila lo!!! gue udah jelek gini mana berani tampil kaya gitu??” ya kunci nya sih, jerawat, bulu kaki, bulu tangan, badan besar, badan kecil, tinggi, pendek, dan semua body type tuh ngga ngebikin jelek. jelek itu standard sosial. dan standard sosial itu social construct. ga butuh opini orang untuk menilai diri sendiri cantik. punya insecurities bukan suatu kekurangan, namun kelebihan. thats what makes us, us! so love your insecurities. express your insecurities. be friends with your insecurities. we’re all worthy of love??

A post shared by mima (@mimashafa) on Mar 4, 2020 at 9:02pm PST

Keren Mima!

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.