Wanita sedang menyentuh jerawat di wajahnya. (Pinterest/Edited by Herstory)
Dilansir dari Popsugar, survei oleh firma riset pasar Dynata for DeVries Global terhadap 1.000 wanita di seluruh AS, lebih dari 80 persen memperhatikan peningkatan satu masalah kulit atau lainnya sejak Covid-19 melanda. Satu dari empat wanita mengatakan mereka mengalami lebih banyak jerawat, tetapi persentase itu meningkat untuk mereka yang disurvei di bawah 25 tahun.
Seperti yang kita ketahui, pandemi telah mengganggu semua aspek kehidupan. Pergeseran dalam keseharian itu dapat memengaruhi kulit dalam beberapa cara. Misalnya saat kamu mengubah segala sesuatu, mulai dari apa yang kamu makan hingga seberapa banyak kamu bergerak.
Bisa jadi kulit teriritasi oleh masker wajah yang harus dikenakan ketika beraktivitas di luar rumah. Selain itu, terlalu banyak melakukan rapat Zoom juga bisa memengaruhi kesehatan kulitmu, lho Beauty.
Dokter kulit Joshua Zeichner, MD mengatakan, duduk di depan komputer sepanjang hari memungkin kamu lebih sering bersandar pada tangan atau menyentuh wajah. "Hal ini dapat menyebabkan iritasi dan peradangan kulit, yang memicu munculnya jerawat," ujarnya dkutip dari Popsugar.
Lalu ada stres. Reaksi internal tubuh dapat memicu hormon stres kortisol yang kemudian meningkatkan produksi minyak pada kulit dan menyebabkan kulit mudah berjerawat.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.