Menu

Kamu Ngga Suka Bersosialisasi? Anti Sosial Ternyata Ngga Sesimpel Pendiam Lho!

16 Desember 2020 15:00 WIB
Kamu Ngga Suka Bersosialisasi? Anti Sosial Ternyata Ngga Sesimpel Pendiam Lho!

Ilustrasi Kesepian. (Unsplash/Fabrizio Verrecchia)

HerStory, Purwokerto —

Kamu punya temen yang ngga suka kumpul-kumpul sama temen lainnya? Atau dia cenderung orang yang pendiam dan jadi anak rumah banget? Orang yang ngga suka bersosialisasi bukan berarti dia anti sosial lho. Dalam dunia psikologi, anti sosial merujuk pada gangguan kepribadian anti sosial atau dengan nama lain psikopat atau sosiopat. Gangguan ini dapat didiagnosis oleh bantuan profesional seperti psikolog dan psikiater. Orang yang mengidap gangguan ini memiliki dua ciri khas yang menandakan adanya gangguan yang disebut kondisi psikopatik dan sisopatik. Meskipun mirip, keduanya adalah kondisi yang menjadikan seseorang bersifat manipulatif kepada orang lain. Perbedaannya, kondisi psikopat tidak bisa membedakan benar salah dan tidak memiliki rasa takut. Sedangkan kondisi sosiopat  masih bisa membedakannya tetapi mereka cenderung mengabaikannya.

Nah, selain dua kondisi umum itu, ada juga ciri-ciri orang dengan gangguan anti sosial diantaranya tidak memiliki empati, memiliki sifat sombong, merasa unggul dibanding yang lain, sering melukai orang lain dengan sengaja, dan ngga segan melakukan tindakan berbahaya dan kriminal. Wah serem juga ya ternyata. Gangguan ini biasanya diidap oleh orang yang berusia diatas 18 tahun. Tapi ngga jarang juga lho gangguan ini sudah mulai terlihat ketika usia sekitar 15 tahun. Tapi yang perlu diketahui, gangguan kepribadian anti sosial ngga ada hubungannya sama gangguan mental lain seperti skizofrenia atau penggunaan obat terlarang. Jadi jangan dikait-kaitkan ya antara gangguan mental ini dengan gangguan mental lainnya.

Sampai saat ini, para ahli masih belum bisa menyimpulkan penyebab gangguan ini. Tapi, dugaan sementara gangguan ini bisa saja disebabkan oleh faktor genetik, kondisi kehidupan yang buruk, dan perubahan pada cara dan fungsi otak. Uniknya, orang dengan gangguan antisosial juga cukup dipengaruhi oleh masa kanak-kanak. Umumnya anak-anak yang ditelantarkan, dieksploitasi, dan adanya tindakan kekerasan bisa memicu gangguan anti sosial di masa depannya. Pertanyaann selanjutnya, apakah gangguan ini dapat disembuhkan? Sayangnya gangguan kepribadian ini tidak mudah untuk disembuhkan. Tapi, ada beberapa metode dan terapi khusus yang bisa dilakukan oleh psikiater seperti psikoterapi dan meminum obat-obatan apabila ditemukan ketidakstabilan emosi.

Wah ternyata cukup rumit juga ya tentang gangguan kepribadian satu ini. Istilah anti sosial yang kita kenal sekarang ini ternyata ngga segampang yang kita kira. Jadi, kalau ada orang yang ngga suka bersosialisasi jangan dicap dia anti sosial ya. Gangguan kepribadian ini cukup serius dan bukan untuk dijadikan bahan olokan. Tapi, orang dengan gangguan ini belum tentu menjadi orang jahat seperti yang digambarkan di film Joker lho. Dengan penanganan yang tepat, penderita gangguan anti sosial bisa melindungi diri sendiri dan mencegahnya untuk berbuat hal yang merugikan.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan