Siapa sih yang ngga kenal dengan komponis legendaris Mozart? Komponis dengan nama lengkap Wolfgang Amadeus Mozart itu menjadi salah satu komponis musik klasik paling berpengaruh dalam sejarah. Sebanyak 700 karyanya diakui sebagai puncak dari karya musik. Beberapa karyanya yang sangat legendaris hingga hari ini antara lain Fur Elise, Turkish March, dan Eine Kleine Nachtmusik. Coba kalian cari ketiga judul itu di Youtube atau platform musik lainnya. Dijamin kalian ngga asing sama nada musik itu meskipun Mozart sudah meninggal dunia ratusan tahun lalu. Karyanya yang abadi ini ternyata menggugah ilmuwan untuk melakukan penelitian tentang dampak musik klasik pada manusia yang kemudian disebut dengan Mozart Effect. Musik klasik dipercaya dapt meningkatkan kepintaran sesaat seseorang setelah mendengarkan musik karya Mozart. Kalau ibu hamil biasa mendengarkan musik klasik pada bayinya, ternyata Mozart Effect ini dipercaya dapat berpengaruh untuk semua usia. Kira-kira bener ngga ya anggapan itu?

Mitos Mozart Effect ini ternyata udah berlangsung lama lho. Mozart Effect dikenal sejak tahun 1950 saat seorang dokter THT bernama Albert Tomatis berpendapat bahwa musik Mozart dapat membantu orang yang mengalami gangguan pendengaran dan bicara. Penelitian dokter Albert ini kemudian menjadi terkenal dan banyak ilmuwan lainnya mengikuti jejaknya. Studi yang dilakukan oleh Universitas California pada 1993 juga membuktikan bahwa siswa yang mendengarkan musik Mozart sebelum ujian bisa melalui ujian dengan lebih baik daripada siswa yang tidak mendengarkan musik Mozart. Tapi, setelah 60 tahun berlalu dari penelitian dokter Albert yang viral itu, akhirnya pada tahun 2010 sebuah penelitian mengklaim kalau ngga cuma musik karya Mozart aja yang bisa bikin kita jadi tambah pintar. Musik klasik lain pun ternyata bisa berpengaruh pada kecerdasan kita. Namun secara keseluruhan, musik klasik terbukti dapat meningkatkan kecerdasan dan mood seseorang. Jadi ngga cuma karya Mozart aja ya Beauty.

Baca Juga: Ingin Meningkatkan IQ Anak Agar Makin Cerdas? Gini Caranya

Setelah Mozart Effect ini separuh tidak terbukti, penelitian lebih lanjut mulai dilakukan. Istilah Mozart Effect akhirnya disepakati sebagai dampak musik klasik bagi manusia seperti peningkatan kecerdasan dan mood. Nah, peneliti ngga cuma berhenti sampai disitu saja lho. Ternyata, banyak banget pengaruh lain yang bisa memaksimalkan Mozart Effect ini. Penelitian selanjutnya membuktikan bahwa kita bisa lebih merasakan Mozart Effect ketika sedang dalam aktivitas yang disukai, misalnya membaca buku, minum teh, atau sedang bersantai sejenak. Dampaknya, mood kita jadi lebih baik dan aktivitas yang kita lakukan saat itu jadi lebih senang, fokus, dan bermakna. Tapi, penelitian lain juga mengungkapkan bahwa Mozart Effect ini ternyata hanya bisa dirasakan bagi mereka yang bisa menerima atau senang mendengarkan musik klasik saja. Bagi orang yang kurang suka atau tidak bisa menikmati musik klasik mungkin efeknya tidak akan terasa. Jadi, bagi Beauty yang ngga bisa atau bahkan ngga suka sama musik klasik, kalian bisa mendengarkan musik lainnya yang kalian suka. Selamat mencoba, Beauty!