Menu

Seberapa Cepat Moms Bisa Hamil Lagi Setelah Memiliki Bayi?

17 Desember 2020 14:05 WIB
Seberapa Cepat Moms Bisa Hamil Lagi Setelah Memiliki Bayi?

Ilustrasi ibu hamil (NST/Edited by HerStory)

HerStory, Bandung —

Bagi orang tua yang berencana memiliki anak dengan usia yang tidak terpaut jauh, segera hamil kembali setelah melahirkan adalah hal yang harus dilakukan. Pertanyaan kemudian muncul. Berapa lama ibu bisa kembali hamil setelah melahirkan?

Melansir Healthline, ada beberapa faktor yang memengaruhi seberapa cepat ibu bisa kembali hamil setelah melahirkan. Faktor menyusui adalah salah satunya.

Menyusui, dalam teori, diharapkan dapat memperpanjang kembalinya siklus menstruasi, terutama pada enam bulan pertama postpartum. Beberapa wanita memilih untuk menggunakan ini sebagai bentuk pengendalian kelahiran atau kontrasepsi alami yang disebut metode amenore laktasi (MAL), dengan asumsi bahwa siklus mereka tidak akan kembali saat mereka menyusui.

Namun dalam beberapa kasus, menyusui bisa menunda kembalinya kesuburan dengan waktu yang berbeda-beda. Hal ini tergantung seberapa sering dan teratur bayi menyusu, berapa lama bayi akan tidur dalam waktu lama, dan faktor lingkungan seperti gangguan tidur, sakit stres, setiap orang yang berbeda.

Misalnya, Moms tidak menstruasi sampai delapan atau sembilan bulan pascapersalinan. Tetapi salah satu teman Moms yang juga memberikan ASI eksklusif mengalami menstruasi hanya pada enam minggu pascapersalinan.

Meskipun dokter telah memastikan bahwa penundaan siklus menstruasi dengan menyusui bisa efektif, penting untuk diingat bahwa mengandalkan MAL untuk pengendalian kelahiran paling efektif jika bayi di bawah 6 bulan dan disusui eksklusif (tidak ada botol, empeng, atau makanan lainnya). 

Perlu diketahui jika bayi tidur sepanjang malam dan tidak menyusu, ini dapat menyebabkan siklus kesuburan kembali. Untuk amannya, jangan mengandalkan ASI eksklusif sebagai alat kontrasepsi yang efektif selama sembilan minggu terakhir.

Berapa lama Moms akan hamil lagi tergantung apakah Moms akan menyusui atau tidak. Menyusui dan hormon yang menyertai produksi ASI dapat menekan kembalinya ovulasi. Jika Moms tidak menyusui, ovulasi biasanya tidak kembali sampai setidaknya enam minggu postpartum bagi kebanyakan wanita.

Suatu studi pada 2011 menemukan, rata-rata ovulasi kembali pada wanita yang tidak menyusui pada hari ke-74 postpartum. Tetapi kisaran kapan ovulasi terjadi dan apakah ovulasi itu adalah ovulasi fungsional (artinya wanita tersebut benar-benar bisa hamil dengan ovulasi) sangat bervariasi.

Idealnya, Moms harus menunggu setidaknya 12 bulan di antara kehamilan. Penelitian menemukan bahwa risiko kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan lahir rendah meningkat untuk jarak kurang dari 6 bulan, dibandingkan dengan usia 18 hingga 23 bulan. Interval yang terlalu pendek (di bawah 18 bulan) dan terlalu lama (lebih dari 60 bulan) punya efek yang berbeda terhadap kehamilan selanjutnya.

Secara umum, kebanyakan wanita tidak akan mulai berovulasi segera setelah melahirkan, tetapi kembalinya siklus menstruasi sangat bervariasi untuk wanita.

Siklus pribadi setiap wanita berbeda dan faktor-faktor seperti berat badan, stres, merokok, menyusui, diet, dan pilihan kontrasepsi akan memengaruhi kembalinya kesuburan.

Baca Juga: Bukan Hanya Soal Kehamilan, Morula dan Monash University Ungkap Perspektif Baru tentang Perjalanan IVF

Baca Juga: Mitos atau Fakta Kista Endometriosis Menyebabkan Sulit Hamil?

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan