Ilustrasi seorang anak sedang minum susu. (Pinterest/momjunction.com)
Moms, tahu ngga ternyata menurut survei dari Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia menemukan adanya peningkatan jumlah bayi yang alergi susu sapi. Biasanya bayi yang alergi susu sapi karena adanya reaksi alergi pada protein yang terdapat pada protein susu sapi. Meskipun tingkat kesembuhannya bisa meningkat seiring pertambahan usia si kecil, tapi hal ini perlu diwaspadai ya Moms. Dampaknya juga cukup bervariasi dari dampak ringan seperti reaksi alergi hingga adanya resiko alergi terhadap lingkungan seperti polutan, debu, dan lainnya.
Biasanya si kecil menunjukkan tiga gejala jika ia alergi terhadap susu sapi. Gejala ini ditunjukkan dengan reaksi cepat dan lambat. Pada reaksi cepat, rata-rata bayi yang alergi terhadap susu sapi merasakan sakit perut, mual, ruam atau kemerahan di kulit, diare, bahkan sesak napas. Beda lagi dengan reaksi lambat yang biasanya dirasakan beberapa jam atau hari setelah konsumsi. Si kecil bisa mengalami penurunan berat badan, diare, eksim, dan mudah rewel. Jika si kecil sudah menunjukkan gejala alergi, Moms bisa membawanya ke dokter ya.
Nah jika si kecil sudah didiagnosis alergi susu sapi, ini langkah yang bisa dilakukan agar si kecil ngga perlu merasakan alergi lagi.
Salah satu cara yang paling efektif agar si kecil ngga alergi lagi adalah dengan tidak mengonsumsi produk yang mengandung susu. Ini juga berlaku pada semua produk makanan ya Moms seperti es krim, yogurt, mentega, keju, pudding, dan lain-lain. Bahkan bila si kecil sangat sensitif terhadap susu, beberapa makanan yang mengandung laktosa atau laktat seperti permen, coklat, karamel, atau produk yang mengandung whey dan kasein juga sebaiknya dihindari. Jangan lupa Moms memberikan pengertian pada si kecil kalau ia makan makanan yang dilarang akan ngga baik bagi tubuhnya.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.