Menu

Waduh, Si Kecil Gatal-Gatal Setelah Minum Susu! Ternyata Ini Solusi Bagi Si Kecil yang Alergi Susu Sapi

18 Desember 2020 15:00 WIB
Waduh, Si Kecil Gatal-Gatal Setelah Minum Susu! Ternyata Ini Solusi Bagi Si Kecil yang Alergi Susu Sapi

Ilustrasi seorang anak sedang minum susu. (Pinterest/momjunction.com)

HerStory, Purwokerto —

Moms, tahu ngga ternyata menurut survei dari Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia menemukan adanya peningkatan jumlah bayi yang alergi susu sapi. Biasanya bayi yang alergi susu sapi karena adanya reaksi alergi pada protein yang terdapat pada protein susu sapi. Meskipun tingkat kesembuhannya bisa meningkat seiring pertambahan usia si kecil, tapi hal ini perlu diwaspadai ya Moms. Dampaknya juga cukup bervariasi dari dampak ringan seperti reaksi alergi hingga adanya resiko alergi terhadap lingkungan seperti polutan, debu, dan lainnya.

Biasanya si kecil menunjukkan tiga gejala jika ia alergi terhadap susu sapi. Gejala ini ditunjukkan dengan reaksi cepat dan lambat. Pada reaksi cepat, rata-rata bayi yang alergi terhadap susu sapi merasakan sakit perut, mual, ruam atau kemerahan di kulit, diare, bahkan sesak napas. Beda lagi dengan reaksi lambat yang biasanya dirasakan beberapa jam atau hari setelah konsumsi. Si kecil bisa mengalami penurunan berat badan, diare, eksim, dan mudah rewel. Jika si kecil sudah menunjukkan gejala alergi, Moms bisa membawanya ke dokter ya.

Nah jika si kecil sudah didiagnosis alergi susu sapi, ini langkah yang bisa dilakukan agar si kecil ngga perlu merasakan alergi lagi.

1. Tidak Mengonsumsi Produk yang Mengandung Susu

Salah satu cara yang paling efektif agar si kecil ngga alergi lagi adalah dengan tidak mengonsumsi produk yang mengandung susu. Ini juga berlaku pada semua produk makanan ya Moms seperti es krim, yogurt, mentega, keju, pudding, dan lain-lain. Bahkan bila si kecil sangat sensitif terhadap susu, beberapa makanan yang mengandung laktosa atau laktat seperti permen, coklat, karamel, atau produk yang mengandung whey dan kasein juga sebaiknya dihindari. Jangan lupa Moms memberikan pengertian pada si kecil kalau ia makan makanan yang dilarang akan ngga baik bagi tubuhnya.

2. Pemberian ASI Eksklusif

Cara ini bisa dilakukan ketika si kecil masih dalam fase bayi ya Moms. Memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan pertamanya akan menurunkan resiko alergi susu sapi pada si kecil. Moms bisa melakukannya tanpa penambahan susu formula atau makanan lain ya. ASI dianggap sebagai makanan terbaik dan bisa mencegah alergi susu. Nah bagaimana kalau si kecil udah ngga mengonsumsi susu sapi tapi Moms masih? Sebaiknya dihindari juga ya Moms. Zat-zat pada susu sapi yang memicu reaksi alergi apabila diminum akan berpengaruh juga pada ASI yang diproduksi.

3. Gunakan Susu Pengganti

Pertanyaan selanjutnya biasanya ditanyakan Moms yang bekerja. Bagaimana kalau kita harus memberikan selingan susu formula? Sebetulnya bisa kok Moms. Coba pilih susu formula yang hipoalergenik, susu kedelai, atau susu beras. Susu alternatif ini bisa jadi pengganti susu sapi dan memiliki kandungan gizi yang bagus juga. Tapi khusus untuk produk susu kedelai, sebaiknya dicek juga ya Moms apakah si kecil juga punya alergi dengan produk kacang-kacangan. Kalau punya, sebaiknya dihindari juga ya Moms. Jangan lupa konsultasikan dengan dokter spesialis anak jika Moms mau memberikan susu alternatif untuk si kecil.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan