Di umur 2 tahun, anak mulai belajar banyak hal dari orang-orang di sekitarnya. Mereka kerap meniru perilaku, cara bicara, dan segalanya dari orang tua, kakek dan neneknya, juga beberapa orang lain di sekelilingnya. Namun bagaimana jika yang mereka tiru justru perilaku yang buruk?

Orang tua tidak bisa mengontrol apa saja yang anaknya serap dari orang-orang di sekitarnya. Banyak orang tua yang merasa khawatir dengan hal ini. Tak jarang orang tua kerap menemukan anaknya berbicara sesuatu yang mengagetkan seperti bicara sesuatu yang kasar. 

Dilansir dari laman Parents, meskipun anak usia 2 tahun adalah peniru ulung, dia masih terlalu muda untuk memahami arti dari perilakunya, kecuali bahwa mereka membuat orang tertawa. Bagianak kecil, tertawa adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan ia bisa melakukan hal tersebut berulang-ulang.

Salah satu hal yang menjadi kunci adalah komunikasi yang baik antara Moms dan si kecil. Ketika si kecil hobi meniru perilaku orang lain, percayalah bahwa yang paling banyak mereka tiru adalah perilaku orang tua.

Jika berada di sekitar orang lain, Moms bisa menegur mereka untuk berhenti memberi contoh putri perilaku yang tidak baik. Jangan melakukan makian di depan anak-anak. Ingat! mereka bisa meniru apa saja yang mereka lihat.

Baca Juga: Apa yang Harus Moms Lakukan jika Si Kecil Bilang 'Aku Benci Kamu'?

Kuncinya ada pada orang tua. Jika anak sudah terlanjur berperilaku tidak baik, maka di situlah peran Moms hadir untuk memberikan pengertian bahwa apa yang mereka lakukan itu salah.