Moms bingung kenapa si kecil suka melet-melet? Ternyata fenomena ini emang sudah umum banget ditemui. Biasanya, bayi akan sering menjulurkan lidah ketika mulai berusia 3 bualan. Saat di awal kelahira, otot pada mulut bayi berkembang pesat. Selain melet-melet, si kecil juga sudah sering memasukkan tangannya sendiri dan sudah mulai pandai menyusu. Fakta menariknya, ternyata bayi ngga sekedar menjulurkan lidah saja lho Moms.  

Ada beberapa arti kalau si kecil melet-melet. Bisa jadi, itu isyarat komunikasi dengan orang sekitarnya. Misalnya ketika bayi merasa lapar, ia akan menjulurkan lidahnya sebagai tanda bahwa sudah saaatnya makan. Isyarat ini ternyata juga berguna agar si kecil ngga mudah tersedak makanan lho. Selain itu, si kecil juga sering melet-melet karena refleks dan membantu untuk mendapatkan ASI atau susu formula. Biasanya gerakan dengan tujuan untuk mendapatkan makanan akan hilang pada usia 3-6 bulan.  

Tapi, Moms harus waspada ya kalau si kecil menjulurkan lidah saat ngga sesuai dengan usianya. Bisa jadi si kecil terkena Sindrom Beckwith Wiedemann. Sindrom ini adalah kondisi yang ditandai dengan kondisi yang ngga normal saat fase pertumbuhan. Tanda-tandanya, si kecil punya ukuran lidah yang lebih besar dari ukuran mulutnya. Walaupun sindrom ini hanya terjadi 1 dari 10.700 kelahiran, namun sindrom ini sangat berbahaya bagi anak lho. Kalau sudah ada tanda ini sebaiknya Moms segera periksakan ke dokter ya.   

Selain itu, sering menjulurkan lidah juga menjadi pertanda si kecil punya kebiasaan yang dinakaman Tongue Thursting. Kebiasaan ini biasanya ditandai dengan si kecil yang suka menjulurkan lidah ke depan dan menekan gigi seri selama makan atau berbicara. Biasanya, si kecil yang mengalami sindrom ini mempunyai kegugupan dari segi psikologis. Nah kalau masalah Tongue Thursting ini, Moms bisa berkonsultasi dengan psikolog anak agar diberikan terapi yang bisa mengubah kebiasaan secara perlahan.