Seorang wanita melakukan virtual meeting. (Pinterest/lemmymorgan.com)
Dengan terus melonjaknya kasus Covid-19, lebih banyak waktu dihabiskan di rumah, jauh dari teman dan orang yang kita cintai. Sekarang, kita semua tahu pentingnya menjaga hubungan sosial untuk kesehatan mental kita di tengah pandemi yang sedang berlangsung.
Dengan aplikasi Zoom, kamu bisa berinteraksi dengan banyak orang. Namun beberapa bulan setelah pandemi, kamu mungkin akan merasakan "zoom fatigue", dan para ahli mengatakan ada sejumlah alasan untuk itu.
Melansir dari Healthline, banyak dari kita berada dalam video meeting untuk bekerja sepanjang hari. Ada juga gangguan teknis tak terduga yang menyebabkan percakapan terhambat dan umpan balik yang tidak nyaman saat melihat diri sendiri berbicara. Ketidaknyamanan ini terutama bagi orang dengan kecemasan sosial.
Terlebih lagi, kita kehilangan banyak interaksi antarpribadi yang kita miliki ketika kita melihat orang secara langsung.
“Sebagai manusia, kita beradaptasi untuk membaca isyarat sosial,” kata Julianne Holt-Lunstad, PhD, profesor psikologi dan ilmu saraf di Universitas Brigham Young.
Sepanjang sejarah, manusia harus membaca emosi orang lain dan isyarat nonverbal untuk membantu kita memprediksi lingkungan kita dan menavigasi dunia dengan lebih baik. Hal-hal itu jauh lebih sulit dilakukan atas Zoom.
Hal ini dapat menyebabkan percakapan kaku dan perasaan canggung bagi siapa pun dan bisa sangat rumit bagi mereka yang memiliki kecemasan sosial.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.