Menu

Anak Jadi Sangat Pendiam saat Di Sekolah? Waspada Gangguan Bisu Selektif pada Anak

23 Desember 2020 09:00 WIB
Anak Jadi Sangat Pendiam saat Di Sekolah? Waspada Gangguan Bisu Selektif pada Anak

Ilustrasi anak pemalu (ADDitude/Edited by HerStory)

HerStory, Purwokerto —

Moms pernah dipanggil guru karena si kecil terlalu pendiam saat di sekolah? Atau justru sebaliknya, si kecil mendadak menjadi sangat pendiam padahal di sekolah ia sangat aktif? Gejala seperti ini perlu diwaspadai ya Moms. Anak yang mendadak menjadi diam di waktu tertentu bisa saja terkena selective mutism atau gangguan bisu selektif. Gangguan ini termasuk salah satu gangguan kecemasan yang bisa dialami oleh anak-anak. Bisu selektif ditandai dengan anak yang ngga mampu untuk berkomunikasi secara efektif di beberapa kondisi sosial tertentu dan hanya akan berbicara jika ia merasa nyaman. 

Faktanya, 90% anak yang mengalami gangguan ini ternyata juga memiliki fobia atau kecemasan sosial. Anak-anak dan remaja yang memiliki selective mutism ini akan mengganggu aktivitas sosial anak di sekolah maupun di lingkungan rumahnya. Ngga jarang juga anak dengan bisu selektif kesulitan untuk memulai atau merespon komunikasi secara nonverbal. Gangguan ini ternyata juga bisa berupa bentuk lain seperti tanpa ekspresi, tanpa emosi, atau yang lebih ekstrimnya mematung. Gangguan bisu selektif biasanya muncul antara usia 2-5 tahun dan mirisnya biasanya akan terlihat ketika si kecil mulai memasuki usia sekolah dasar.

Sampai saat ini, penyebab bisu selektif masih ngga diketahui secara pasti. Faktor genetik seperti riwayat keturunan yang memiliki gangguan kecemasan membuat peluang mengalami gangguan bisu selektif semakin besar. Selain riwayat keturunan, faktor sosial seperti pengaruh orang tua yang terlalu mengontrol dan protektif bisa mendorong si kecil mengalami gangguan ini. Orang tua yang protektif akan membuat si kecil lebih sulit untuk explore dan terlalu nyaman di rumah.

Untuk mengatasinya, Moms bisa lakukan beberapa tips ini. Pertama, Moms bisa mengajak si kecil untuk membuat jadwal kegiatan atau to-do-list yang akan dilakukan esok hari. Jadwal kegiatan akan membantunya untuk mengenali apa aja yang harus dilakukannya. Tips ini juga bisa melatih si kecil biar ngga cemas dengan apa yang akan dihadapinya esok hari. Kedua, Moms bisa menciptakan suasana yang santai dan ngga memaksa. Kalau anak merasa tertekan untuk berbicara, jangan paksa ia untuk berbicara ya. Bukan untuk melatih mental, justru si kecil akan semakin tertekan dan cemas dengan keadaan yang dialaminya. Ketiga, Moms bisa mengajarkan bahasa nonverbal agar si kecil bisa menyampaikan apa yang ia inginkan. Melatihnya dengan gerakan untuk tujuan tertentu akan membuat si kecil jadi lebih bisa untuk mengungkapkan keinginannya. 

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan