Pada masa pandemi ini, Moms mungkin telah membantu anak-anak mengatasi konflik saudara dalam berbagai bentuk dan ukuran. Antara berbagi ruang terbatas dan mengatasi stres, tidak heran jika ketegangan antar saudara bisa jadi semakin tinggi. Sekarang, di masa akhir tahun yang sering dihabiskan dengan keluarga membatasi aktivitas di luar ruangan, saudara kandung kemungkinan besar juga akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama.

Tetapi pertengkaran yang biasa terjadi pada anak-anak cukup membuat orang tua pusing dibuatnya. Si kakak yang tidak mau mengalah dan si adik yang menangis kencang tentunya bukan hal yang diharapkan ketika sedang berkumpul bersama keluarga.

Dilansir dari Childmind, berikut adalah beberapa strategi untuk menjaga perdamaian di antara saudara kandung dan bahkan mendorong mereka untuk memanfaatkan tantangan unik ini semaksimal mungkin.

Tetapkan aturan dasar

Saat menangani konflik di antara saudara kandung, ada baiknya Moms memahami apa yang menjadi akar masalahnya. “Kami tahu bahwa dalam keadaan normal, banyak pertengkaran saudara yang berusaha mendapatkan perhatian atau sesuatu yang nyata, seperti mainan,” kata Meg Glick, LMSW, MSEd, seorang pekerja sosial klinis di Child Mind Institute. “Anak-anak memperebutkan akses terbatas ke hal-hal yang mereka inginkan. Dan sekarang dengan semua orang terkurung di dalam rumah, hal semacam ini semakin sering terjadi,” tambahnya.

Baca Juga: Viral, Suami Istri Bertengkar, Seorang Ibu dan Anak-anaknya Hendak Pulang Jalan Kaki Lewat Tol