Komunikasi antara orang tua dan anak adalah hal yang paling penting dalam keluarga. Apalagi saat si kecil sudah masuk usia sekolah. Ia akan menemui banyak hal. Berbagai resiko yang ada seperti bullying, nilai akademik yang kurang memuaskan, hingga engga punya teman bisa saja terjadi pada si kecil. Sebagai orang tua, kita pasti engga ingin kan kejadian itu terjadi juga pada si kecil. Si kecil juga belum punya pengalaman yang cukup sehingga perlu saran, masukan, dan didengarkan orang tua. Moms dan pasangan dituntut untuk dapat membimbing sekaligus mendampingi anak hingga ia dewasa. Tapi, kondisi ini kadang engga disadari orang tua. Mungkin mereka menganggap anaknya akan selalu baik-baik aja. Padahal, bisa jadi ada banyak hal yang engga diceritakan Moms.

Engga terbukanya anak ke orang tua ini punya dampak yang buruk Moms. Akhirnya, orang tua akan terlena dengan kondisi ini dan menganggap anak mera akan baik-baik saja. Padahal, peristiwa buruk bisa saja terjadi di kemudian hari. Ini juga bisa jadi boomerang bagi orang tua karena ketika si kecil berani mengungkapkannya di kemudian hari, Moms dan pasangan akan terkejut dan mungkin sulit untuk menerima. Si kecil yang engga terbuka ternyata bisa disebabkan karena beberapa hal. 5 hal ini menjadi alasan kenapa si kecil engga terbuka ke orang tuanya.

1. Orang Tua Engga Peduli dengan Cerita Mereka

Di usia anak-anak, biasanya si kecil akan sering bercerita. Ia akan menceritakan bagaimana sekolahnya, teman-temannya, atau apa saja yang ia pelajari di sekolah. Mungkin bagi beberapa Moms mendengarkan cerita si kecil cukup sulit karena harus berbagi waktu dengan hal lain. Tapi, jangan dilakukan terlalu sering ya Moms. Layaknya manusia dewasa, si kecil pasti juga ingin didengarkan ceritanya. Ia ternyata juga sadar lho Moms kalau kalian engga mendengarkan cerita mereka. Mereka akan kecewa karena menganggap Moms atau pasangan engga bisa mendengarkan ceritanya. Akibatnya, ia engga mau lagi terbuka dengan Moms atau pasangan.