Bau Badan (Pinterest/Edited by HerStory)
Kehamilan emang berpengaruh banget buat Moms, baik dari segi fisik, emosi, hingga hormon. Engga jarang juga perubahan itu bikin kita engga nyaman. Beberapa Moms mengeluhkan tentang bau badan saat hamil. Padahal Moms udah menjaga kebersihan seperti biasa. Ternyata bau badan ini normal kok Moms. Hormon Estradiol akan meningkat dan akan berakibat pada Moms yang lebih sensitif terhadap bau. Nah, ini engga cuma dialami Moms yang mendadak bisa mencium bau badan ya. Beberapa Moms juga mendadak jadi engga suka samau bau parfum atau bau makanan tertentu seperti durian. Kalau bau dari benda lain mungkin masih bisa dihindari ya. Tetapi kalau bau badan sendiri susah banget ya Moms buat menghindarinya.
Selain hidung menjadi lebih sensitif, ada beberapa faktor lain yang bikin Moms tiba-tiba punya bau badan. Perubahan hormon bisa membuat Moms mempunyai aroma lebih tajam. Pola makan juga berpengaruh lho Moms. Moms yang mengonsumsi kol, daging merah, dan brokoli akan membuat bau badan menjadi lebih tajam. Keringat yang disebabkan karena suhu tubuh yang meningkat bisa meningkatkan bau badan Moms selama kehamilan. Nah, kalau Moms udah tahu apa aja penyebabnya, yuk kita ikutin 5 tips ini biar Moms engga bau badan lagi selama mengandung si kecil.
Selain badan yang menjadi lebih menyengat, rambut juga bisa ikut Moms. Menjaga kebersihan rambut sama pentingnya dengan kebersihan badan. Moms bisa membersihkan keramas minimal tiga kali seminggu. Ingat ya Moms kalau keramas, kulit kepala juga dibersihkan untuk mengangkat minyak dan kotoran yang ada di pangkal rambut. Kalau rambut Moms cenderung kering, gunakan shampo yang melembapkan. Moms juga bisa menggunakan produk kondisioner atau vitamin rambut. Tapi jangan sembarangan ya Moms, baiknya konsultasikan dulu dengan dokter. Moms juga bisa menambahkan parfum khusus rambut (hair mist) agar rambut wangi dan engga menyengat lagi.
Siapa sih yang engga mengandalkan deodoran untuk mengusir bau badan? Di masa yang serba praktis dan banyak beraktivitas ini bikin produk ini laris manis di pasar. Selain efektif mencegah keringat, deodoran juga dapat dipakai kapan pun dan dimana pun. Moms bisa memilih berbagai jenis deodoran mulai dari roll on, spray, hingga lotion setiap harinya. Tapi, perlu diingat kalau Moms harus memperhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam deodoran. Pastikan barang yang dipakai aman dipakai untuk ibu hamil ya Moms. Kalau masih ragu, Moms bisa menanyakannya pada dokter.
Mandi emang penting banget dan udah jadi kebutuhan ya Moms. Apalagi cuaca di Indonesia yang cenderung panas ini bisa bikin produksi keringat jadi lebih banyak. Sudah cuaca panas, suhu badan juga meningkat karena kehamilan. Engga jarang Moms yang sedang mengandung akan memproduksi keringat berlebih dan bikin bau badan. Karena itu, Moms harus rajin mandi minimal dua kali sehari ya. Buat Moms yang punya kulit kering atau sensitif, sabunnya bisa menyesuaikan. Pastikan sabun yang dipakai engga bikin kulit jadi kering ya Moms. Kulit badan yang dehidrasi justru akan membuat keringat menjadi lebih banyak.
Satu lagi yang perlu diperhatikan, yaitu rambut di beberapa daerah tertentu seperti ketiak dan kemaluan. Pertumbuhan rambut yang cukup signifikan di beberapa daerah ternyata bisa bikin aroma yang engga enak Moms. Rambut yang terlalu lebat akan meningkatkan produksi keringat sekaligus tempat bersarangnya bakteri. Jadi engga heran kalau rambut di daerah tertentu engga dicukur rutin membuatnya mengeluarkan bau engga sedap. Selain itu, bisa jadi muncul berbagai penyakit seperti keputihan. Karena itu, Moms harus rajin mencukur ya. Untuk daerah kemaluan, Moms bisa engga sepenuhnya mencukur agar engga iritasi.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.