Menu

Mengenal Penyakit Tidak Menular yang Tergolong sebagai Masalah Kesehatan Kronis, Please Waspada Ya Beauty!

24 Februari 2023 20:13 WIB
Mengenal Penyakit Tidak Menular yang Tergolong sebagai Masalah Kesehatan Kronis, Please Waspada Ya Beauty!

17th Scientific Meeting Indonesian Society of Hypertension (InaSH) 2023 (Noorma/HerStory)

HerStory, Jakarta —

Beauty, Penyakit Tidak Menular (PTM) dikenal sebagai penyakit kronis dengan durasi yang panjang dan progres penyembuhan yang umumnya lambat. Semua kelompok usia dan semua wilayah di dunia berisiko terkena PTM, lho.

Sebanyak 80% kasus penyebab kematian PTM berada di negara berpenghasilan menengah dan rendah. Hal ini terjadi karena beban akibat PTM menyebabkan peningkatan kematian prematur dan disabilitas yang mana akan memengaruhi produktivitas dan kependudukan. Inilah yang kemudian memiliki peran dalam pertumbuhan ekonomi negara.

Nah, meningkatnya kasus PTM disebabkan antara lain karena adanya transisi epidemiologi, transisi demografi, transisi gizi, transisi perilaku yang cenderung kurang bergerak, konsumsi rendah serat, tinggi gula, garam dan lemak (GGL), merokok, alkohol serta stress, Beauty.

Untuk mengurangi dampak PTM pada individu dan masyarakat dilakukan dengan pendekatan komprehensif yang mengharuskan keterkaitan semua sektor, baik keterlibatan dalam upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan atau paliatif.

Permasalahan tersebut dapat dikurangi apabila masyarakat berperilaku hidup sehat dan hidup dalam lingkungan yang sehat melalui upaya pelayanan kesehatan yang berbasis promotif dan preventif, sehingga masyarakat tahu, mau dan mampu melakukan penanggulangan faktor risiko PTM.

Salah satu masalah PTM yang hingga kini masih menjadi kasus tinggi adalah hipertensi. Melihat urgensi ini, Indonesian Society of Hypertension (InaSH) mengeluarkan Panduan Promotif dan Preventif Hipertensi 2023.

“Hipertensi dapat dicegah melalui upaya edukasi dan deteksi dini yang dilakukan di komunitas. Hal ini diharapkan dapat mencegah terjadinya hipertensi, mengendalikan hipertensi dan mencegah terjadinya kerusakan organ target akibat komplikasi hipertensi,” terang Dr. dr. Antonia Anna Lukito, SpJP (K), selaku PIC Buku Pedoman InaSH, di Jakarta, Jumat (24/2/2023).

Promotif Kesehatan

Dalam pemaparannya dalam 17th Scientific Meeting Indonesian Society of Hypertension (InaSH) 2023 di Jakarta, Jumat (24/2/2023), dr. Antonia menjelaskan bahwa promotif kesehatan merupakan proses untuk memampukan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. 

“Proses ini dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya,” ungkapnya.

Preventif Kesehatan

Sedangkan dalam preventif kesehatan dilakukan dalam beberapa tingkatan, yaitu:

1. Pada Masa Sebelum Sakit, yaitu dengan:

  • Meningkatkan nilai kesehatan (health promotion).
  • Memberikan perlindungan khusus terhadap suatu penyakit (specific protection)

2. Pada Masa Sakit, yaitu dengan:

  • Mengenal dan mengetahui jenis penyakit pada tingkat awal, serta mengadakan pengobatan yang tepat dan segera (early diagnosis and prompt treatment)
  • Pembatasan kecacatan dan upaya mengurangi gangguan kemampuan bekerja yang diakibatkan oleh suatu penyakit (disability limitation).
  • Rehabilitasi (rehabilitation)

Nah Beauty, buku pedoman ini ditujukan untuk pencegahan hipertensi dari sejak dini. Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat mengenal dan mencegah terserang hipertensi, mengendalikannya, hingga mencegah komplikasi.

Semoga informasinya bermanfaat, ya!

Baca Juga: Mengintip INDIBA Activ, Teknologi Rehabilitasi Modern untuk Pemulihan Lebih Optimal

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan