Moms coba tanya ke si kecil, makanan apa yang paling ia benci. Jawabannya pasti berbagai macam sayur-sayuran. Kita sebagai ibu harus mengolah sayur sedemikian rupa biar bisa dimakan si kecil. Enggak jarang juga kita bilang kalau itu bukan sayuran. Kondisi ini enggak cuma dialami kita aja kok. Fenomena ini memang sudah jadi fenomena secara global.

Data dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarkat tahun 2014 menyebutkan kalau 97,7% anak Indonesia yang berumur di bawah lima tahun kurang mengonsumsi sayur dan buah. Mirisnya lagi, kebiasaan ini akan berlanjut hingga dewasa. Jika ditotal, sebanyak 97,1% penduduk Indonesia kurang mengonsumsi sayur. Padahal sayur yang dihasilkan petani lokal juga dikenal punya kualitas yang bagus. Pertanyaannya, kenapa banyak banget orang yang enggak suka sayur, padahal mereka juga tahu kalau sayur punya manfaat gizi yang tinggi?

Baca Juga: Enggak Perlu Direbus! 3 Sayuran Ini Lebih Sehat Dimakan Mentah, Apa Saja Ya?

Mungkin Moms sering mendengar alasan si kecil yang enggak suka makan sayur karena pahit. Anak-anak memang enggak terbiasa dengan rasa pahit, terutama yang ada di sayur. Mereka lebih akrab dengan rasa manis dan asin yang biasa mereka konsumsi seperti ASI atau susu formula. Uniknya, kebiasaan ini ternyata udah ada sejak zaman purba.