Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dikabarkan positif Covid-19. Saat ini, ia sudah melakukan isolasi mandiri, namun karena pergerakan Khofifah yang sebelumnya sangat aktif bekerja mengharuskan adanya tracing dengan orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya.

Hasil dari proses tracing ke orang terdekat yang kerap berhubungan kerja dengannya di Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dinyatakan delapan orang positif terpapar Covid-19 setelah dites swab pada hari Senin (04/01/21).

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Satgas Penanganan Covid-19 daerah Jawa Timur, dr. Muhammad Ilham.

"Betul ada 8 pejabat yang positif Covid-19. Kondisi mereka sehat tanpa gejala," katanya pada Selasa (05/01/21).

Sehubungan dengan vaksin Corona yang sudah masuk ke Indonesia secara bertahap dan sudah terdapat orang-orang yang tercatat sebagai kategori priotitas pendapat vaksin tersebut, Khofifah malah enggak masuk ke dalam salah satu daftar. Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi mengatakan seseorang yang sudah pernah terjangkit Covid-19, maka antibodinya sudah terbentuk dan enggak perlu disuntuk vaksin lagi.

"Pada prinsipnya vaksinasi itu bertujuan untuk menimbulkan antibodi. Antibodi itu timbul jika sudah kemasukan virus. Kalau sudah kemasukan virus, timbul antibodi, maka tidak perlu divaksin," kata Joni.

Menurut SK Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi, Khofifah belum disarankan untuk divaksin. Namun hal ini bisa berubah sewaktu-waktu jika sudah ada hasil penelitian bahwa penggunaan vaksin Covid-19 pada penyitasnya memiliki manfaat.

Baca Juga: Melawan Ketakutan Publik, Khofifah Siap menjadi Orang Pertama yang Divaksin Corona

Menurut hasil swabnya pada hari Kamis (31/12/20) lalu, Gubernur Jatim tersebut dinyatakan positif Covid-19 sebagai orang tanpa gejala atau OTG. Meski begitu, ia tetap menjalani perawatan ringan seperti isolasi mandiri.