Di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini atau Risma, Kementrian Soaial (Kemensos) menyiapkan anggaran untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada tahun 2021 ini. Ibu hamil dan balita akan mendapatkan BLT sebesar Rp3 juta - Rp6 juta melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.

Sesuai dari keterangan Slamet Santoso selaku Kasubdit Validasi dan Terminasi Kementrian Sosial terdapat beberapa kategori jumlah bansos yang akan turun ke tiap-tiap keluarga.

"Bantuan PKH diberikan perkeluarga yang terdaftar dalam satu kartu keluarga, pembagian jumlah bansos untuk keluarga tersebut sesuai dengan kategori yang dimiliki keluarga tersebut," ujar Slamet, Sabtu (9/1/2021).

Rincian kategori tersebut antara lain, ibu hamil akan mendapat Rp3 juta dan anak usia dini (0-6 tahun) sebesar Rp3 juta per satu tahun yang terbagi dalam empat termin pencairan, dimulai pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober.

Dalam pendistribusian BLT tersebut, Kemensos menunjuk beberapa Bank milik BUMN, yaitu BRI, Mandiri, BNI dan BTN. Selain itu, Risma juga meminta KPK untuk turut memantau dan membantunya mendistribusikan bantuan sosial tersebut secara benar agar enggak lagi terjadi kasus korupsi bansos seperti yang dilakukan Mensos sebelumnya, Juliari Batubara.

Baca Juga: Pro dan Kontra Pijat Kehamilan, Sebenarnya Boleh Nggak Sih Melakukan Pijat Saat Hamil Muda?

"Ke depan saya terus terang berkirim surat ke KPK, kemudian Kejaksaan Agung, Mabes Polri, dan Universitas Indonesia untuk membantu kami dalam proses langkah yang akan kami laksanakan untuk memperbaiki permasalahan yang harus diselesaikan," kata Risma.