Sagita Desly Natalia, wanita asal Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, mengaku menjadi korban pemukulan oknum Satpol PP yang berdalih sedang melakukan razia protokol kesehatan di daerah setempat pada hari Jumat (08/01/21) malam.

Saat itu, korban sedang dibonceng temannya dari arah Jembatan Payeti menuju Pos Lantas Kota bertepatan dengan agenda kerja Satpol PP Kabupaten Sumba Timur bersama KODIM 1601 yang sedang melakukan operasi gabungan dalam rangka penerapan protokol kesehatan di kala Covid-19 di daerah Metawai. 

Ia dan temannya yang berboncengan merasa disuruh berhenti. Mereka pun menurut dengan menepi secara perlahan. Namun tiba-tiba oknum Satpol PP menyerangnya dengan kayu sebanyak empat kali. Saat itu korban hanya bisa pasrah dan enggak melawan selain menutupi kepalanya dengan tangan. 

“Kita lewat terus mereka bilang woi woi dan sempat kami dipukul dengan kayu akhirnya kami jalan terus karena takut. Saya takut sekali tapi saya pake masker. Hanya teman saya yang tidak pake masker lanjutnya Sampai di simpang hotel Merlin. Teman saya dangan saya langsung dipukul lagi oleh beberapa oknum POL PP,” jelas korban.

Atas serangan yang membabi buta tersebut, korban mendapat luka di tangan kanan, memar di daerah wajah, dan cedera di bagian hidung. Setelah dapat serangan dan luka cukup parah, Sagita Natalia dilarikan ke RS Imanuel.

"Korban mengalami luka memar di tangan kanan, lengan kanan, memar di wajah bagian hidung, kening kanan, pipi kanan," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto, Selasa (12/1/2021).

Pihak Sagita selaku korban sudah melaporkan kejadian enggak menyenangkan ini kepada pihak yang berwajib. Sampai saat ini, laporan tersebut masih dalam penyelidikan.

Baca Juga: Bencana Alam 'Hantui' Indonesia, Bagaimana Upaya Cegah Penularan Covid-19 di Pengungsian? | Infografis

"Ya, dilaporkan oleh korban ke Polres Sumba Timur, ada laporan polisinya. Menurut keterangan dari mereka, seragam seperti Satpol PP. Sementara masih dalam penyelidikan. Korban sudah dimintai keterangan. Sementara masih proses penyelidikan soal pelakunya oleh Polres Sumba Timur," terang Kombes Krisna.