Menu

Peringatan! Diabetesi Jangan Asal Makan saat Berbuka Puasa, Ikuti Petunjuk Dokter Ahli Ini Biar Kadar Gula Gak Meroket

06 April 2023 12:05 WIB
Peringatan! Diabetesi Jangan Asal Makan saat Berbuka Puasa, Ikuti Petunjuk Dokter Ahli Ini Biar Kadar Gula Gak Meroket

Ilustrasi diabetes. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Jakarta —

Menjadi negara dengan peringkat ke-5 yang menduduki penderita diabetes terbanyak di dunia, tentu sangat memprihatinkan ya, Beauty.

Sehingga kondisi diabetes saat ini menjadi PR bersama, bahkan 5 dari 10 orang dewasa ternyata mengidap diabetes dan sebesar 86% yang tidak terdiagnosis diabetes.

Diabetes bisa menyerang semua kalangan, tentu ini terjadi akibat pola hidup yang tidak sehat. Seperti sering mengonsumsi makanan siap saji, makanan manis dan tidak pernah memeriksa kadar gula darah.

Langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya tentu dengan menerapkan gaya hidup sehat. Mulai dari menjaga makan, istirahat cukup, olahraga dan hindari rokok.

Hal tersebut bisa mengurangi 60% risiko terkena diabetes tipe 2. Selain itu, jangan lupa untuk cukupi kebutuhan gizi seimbang sesuai anjuran 'isi piringku' dan batasi asupan garam, gula, dan lemak.

"Diabetes tipe 2 bisa dicegah, tentu dengan menjalankan pola hidup sehat dan cukupi asupan gizi seimbang. Ingat, batasi konsumsi gula hanya 50 gram, 5 gram untuk garam dan 3 sdm untuk minyak atau lemak dan lakukan skrining rutin," jelas dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, MM. MARS, Dip. TH. DCD, founder Sobat Diabet pada Selasa (5/4/2023).

Terlebih di bulan puasa ini, menjadi tantangan yang cukup berat bagi penyandang diabetes. Jika asal mengonsumsi makanan dan minuman saat sahur maupun berbuka puasa, bisa menyebabkan kenaikan gula darah yang tidak terkontrol dan mengganggu kesehatan. 


Agar gula darah terkontrol, Staf Divisi Metabolik Endokrin Departemen Penyakit Dalam FKUI RSCM dr. Dicky Tahapary, Ph.D., Sp.PD-KEMD FINASIM merekomendasikan beberapa sajian berbuka puasa untuk diabetesi.

Seperti mengonsumsi takjil atau snack berbuka puasa yang rendah gula, seperti susu, jus buah tanpa gula, atau es buah tanpa pemanis tambahan, dan lainnya. 

Alasannya adalah untuk menghindari fluktuasi gula darah yang terlalu tinggi, sebab saat berpuasa kadar gula darah cenderung alami penurunan. Supaya tak mengalami kenaikan secara mendadak, hindari memakan dan meminum yang terlalu manis.

"Jadi ungkapan berbukalah dengan yang manis perlu ditanda kutip menjadi tak terlalu manis, supaya mencegah terjadinya kenaikan gula darah yang terlalu tinggi pada penyandang diabetes," jelas dr. Dicky dalam acara konferensi pers Tropicana Slim Beat Diabetes, Rabu (5/4/2023).

Rekomendasi santapan berbuka lainnya untuk diabetesi adalah sajian yang minim kandungan gula, garam, dan lemak. Hindari konsumsi gorengan.

Sebaliknya, lebih banyak konsumsi makanan yang cara pengolahannya adalah dengan cara dikukus, direbus, dan ditumis.

Minyak yang berlebih dapat meningkatkan kalori pada makanan sehingga memicu kenaikan berat badan. Selain itu, makanan yang terlalu berminyak juga cenderung memicu mual saat disantap ketika berbuka puasa.

Dengan mengonsumsi rekomendasi sajian berbuka puasa itu, diharapkan kadar gula darah diabetesi bisa tetap terkontrol. 

dr. Dicky juga menyarankan agar diabetesi memeriksakan kadar gula darah mereka secara rutin supaya jika terjadi fluktuasi gula darah secara ekstrem bisa mendapatkan intervensi segera dari dokter atau tenaga kesehatan.

Baca Juga: Olahraga Ringan Bisa Cegah Diabetes, Ini Faktanya

Baca Juga: Bencana Sumatera, Terapi Insulin Jadi Penopang Hidup

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Nailul Iffah

Artikel Pilihan