Ilustastrasi kesehatan jantung. (pinterest/freepik)
Beauty, selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tentu mengalami perubahan pola makan. Hal ini bisa berdampak baik bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Pasalnya, banyak penelitian yang membuktikan kalau puasa mendatangkan sejumlah manfaat yang baik pada kesehatan jantung dan tekanan darah.
Ahli jantung dan ahli endokrin, Dennis Bruemmer, MD, PhD dari Cleveland Clinic, mengatakan, manfaat puasa tentu berasal dari membatasi asupan makanan di waktu-waktu tertentu.
"Dengan segala ukuran, makan lebih sedikit lebih baik," kata Dr. Bruemmer.
Sejumlah penelitian menunjukkan, makan lebih sedikit bisa berdampak besar bagi kesehatan secara holistik. Salah satu contoh contoh membatasi asupan makanan adalah puasa.
Penelitian menunjukkan, puasa dapat membantu menurunkan risiko empat penyakit yang bisa memicu penyakit jantung.
Perubahan metabolisme tubuh saat berpuasa dapat berkontribusi dalam penurunan kolesterol jahat di dalam darah, mengurangi risiko kenaikan berat badan, mengontrol gula darah hingga menurunkan tekanan darah.
Lantas, apa saja manfaat puasa bagi penderita jantung? Simak di sini ya!
Penyakit jantung koroner disebabkan oleh aterosklerosis, yaitu adanya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner akibat lemak yang menyusup dalam lapisan pembuluh darah.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa terdapat perubahan dari profil lemak dan perbandingan lemak baik dan lemak jahat selama puasa di bulan Ramadan.
Di mana kadar kolesterol total menurun dari 193.4±51 mg/dl menjadi 184.3±42 mg/dl setelah Ramadan, begitu pula dengan kadar trigliserida menurun dari 4.5±1 mg/dl menjadi 3,9±1 mg/dl dan juga penurunan LDL.
Sebaliknya didapatkan peningkatan lemak baik yaitu HDL setelah puasa Ramadan sebesar 30-40% pada penderita penyakit jantung.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.