Ketika memiliki anak tentu orang tua harus memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi. Terutama pada 2 tahun pertama kehidupan anak. Hal ini dilakukan guna membantu pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bukan tanpa alasan, pemberian nutrisi optimal memiliki banyak manfaat. Salah satunya dapat mengurangi risiko terjadinya kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas serta berkembanganya penyakit tidak menular di kemudian hari.

Untuk itu, WHO merekomendasikan pola makan sehat untuk semua orang. Pada bayi dan balita, pola hidup sehat tersebut mencakup menyusui eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan, kemudian dilanjutkan sampai 2 tahun atau lebih. Disertai dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) variasi makanan yang adekuat, aman, dan padat gizi mulai usia 6 bulan.

Dahulu kita terbiasa mengandalkan real food atau makanan asli sebagai makanan sehari-hari. Misalnya makanan yang diolah dan dimasak dengan menambahkan rempah- rempah untuk meningkatkan cita rasanya.

Namun di zaman modern ini cenderung mengonsumsi makanan olahan (processed food) seperti minuman ringan dalam kemasan yang di dalamnya terkandung pengawet, pemanis, pewarna buatan, perisa, dan umumnya mengandung tinggi gula dan garam. Makanan-makanan olahan tersebut dengan sangat cepat menggantikan makanan asli di seluruh dunia.

Baca Juga: Lagi Promil? Wajib Tahu Nih! Studi: Mengonsumsi Makanan Cepat Saji Bisa Tingkatkan Risiko Kemandulan

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas