Gejala-gejala COVID-19 yang dipahami para ilmuwan mulai bermunculan. Menurut Center for Disease Control and Preverention (CDC) gejala yang dialami penderita virus ini berkisar dari sangat ringan hingga berat, bahkan beberapa bisa disebut sangat fatal.

Wabah COVID-19 yang menyebar ke hampir seluruh penjuru dunia sangat meresahkan banyak orang. Per 19 Maret 2020, tercatat sebanyak 214.894 orang terinfeksi, 8.372 meninggal dunia, dan 83.313 pasien dinyatakan sembuh. 

Baca Juga: Biar Makin Ingat! Kenali Apa itu Virus Corona? Mulai dari Bentuk, Gejala, Penyebaran hingga Penanganannya

Umumnya, banyak mengatakan kalau virus ini memiliki gejala layaknya flu atau batuk. Atau bisa dibilang gejala paling umum ialah demam, batuk/flu, dan juga sesak napas. Tapi Beauty, ternyata ada gejala lain yang mungkin belum banyak orang tahu lho!

Melandir dari laman The Healthy, Kamis (19/3/2020), berikut delapan gejala COVID-19 yang perlu kamu ketahui:

Demam

Beauty, gejala yang paling umum sejauh ini ialah demam. Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan, 77-98 persen orang yang dirawat di rumah sakit karena virus corona mengalami peningkatan suhu. Suatu analisis menunjukkan demam yang diderita pasien biasanya 100,4 derajat Fahrenheit atau lebih tinggi dari itu dan biasanya disertai dengan mengigil.

Batuk

Selanjutnya ialah batuk, menurut CDC sekitar 46-83 persen dari pasien positif terinfeksi juga mengalami gejala batuk. Bedanya dengan batuk biasa, pasien yang terjangkit virus ini akan mengalami batuk kering.

CDC mengatakan sebagian besar COVID-19  ditularkan melalui tetesan pernapasan di antara orang-orang yang berdekatan satu sama lain. Hal ini menjadi bukti betapa pentingnya, kalau batuk atau bersin harus ke arah sikut tangan.

Sesak napas

Menurut CDC ini adalah gejala yang cukup berpotensi pada pasien terjangkit. Sebuah studi dalam jurnal International Agen Antimikroba menyebut sekitar 34,5 persen pasien juga mengalami gejala sesak napas. 

Gejala pernapasan adalah salah satu fitur utama COVID-19, di mana banyak pula pasien yang akhirnya menderita pneunomia yang memerlukan terapi oksigen atau ventilasi mekanis. 

Sakit dan nyeri

Gejala ini juga disebut mialgia. Sakit dan nyeri otot memengaruhi 13,9 persen pasien terdampak virus corona. Menurut Clinic Cleveland, sakit atau nyeri otot menjadi gejala lain yang dirasakan oleh pasien virus corona. 

Sakit kepala

WHO melaporkan, sakit kepala juga menjadi bagian dari gejala COVID-19. Tentu saja banyak jenis sakit kepala dengan penyebab yang berbeda, termasuk stres. Kalau kamu memiliki gejala sakit kepala yang disertai dengan batuk kering, flu, demam, hingga sesak napas kemungkinan besar kamu terjangkit virus corona dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Diare

Bisa dibilang para pasien positif corona, jarang memiliki gejala diare. Menurut perhitungan WHO, sekitar 3,7 persen yang mengalami gejala ini. Kasus pertama ditemukan pada pasien di Amerika Serikat, seorang pria berusia 35 tahun terdeteksi terjangkit virus corona setelah melakukan cek fases oleh dokter.  

Pilek

Begitu pun dengan pilek atau flu. Stanford Children's Health menyarankan agar anak-anak yang terserang flu bersamaan dengan batuk, demam, sesak napas, dan gejala virus corona lainnya agar langsung menemui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Begitu pun dengan orang dewasa, karena umumnya kasus ini menyerang orang dewasa ketimbang anak-anak.

Enggak ada gejala

Sebenarnya ini yang lebih mengkhawatirkan Beauty, kalau enggak ada gejala sama sekali tapi justru malah terinfeksi virus corona. WHO melaporkan, beberapa pasien enggak menunjukkan gejala COVID-19 yang sudah disebutkan. Kekhawatiran besar ialah apakah pasien terjangkit yang enggak memiliki gejala bisa menyebarkan virus atau enggaknya. 

Semoga bermanfaat!